Riau

Ini Website cpns.riau.go.id Tempat Pengumuman Hasil TKD CPNS Riau, Senin 8 Desember 2014

Pengumuman Hasil TKD CPNS Pemprov Riau 8 Desember 2014

Ini dia website cpns.riau.go.id tempat pengumuman hasil TKD CPNS Riau, Senin 8 Desember 2014. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah memutuskan Senin (8/12/2014) besok, akan mengumumkan hasil Tes Kompetensi Dasar (TKD) untuk peserta CPNS. Hasil TKD sendiri akan diumumkan di situs cpns.riau.go.id.

Jadwal pengumuman tersebut juga sudah disetujui oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman. “Besok (Senin, red) hasil TKD akan kita umumkan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau, M Guntur kepada pewarta, Minggu (7/12/2014).

Berdasarkan hasil tes waktu lalu, ditetapkan sebanyak 2.483 peserta CPNS Pemprov Riau dinyatakan lulus mengikuti tahapan selanjutnya, yakni Tes Kemampuan Bidang (TKB).

TKB sendiri hingga saat ini belum diputuskan, karena masih menunggu arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Karena hasil TKD akan diambil 60 persen, sisanya 40 persen dari TKB. BKD Riau mengusulkan untuk TKB sebanyak 2 kali tes, yakni wawancara dan performance.***[goriau.com]

Read More...

Riau

Ikan dan Buaya Pingsan Kekurangan Oksigen di Sungai Indragiri Riau

Ikan dan Buaya Pingsan Kekurangan Oksigen di Sungai Indragiri Riau

Ikan dan Buaya Pingsan Kekurangan Oksigen di Sungai Indragiri Riau – Masyarakat di sekitar Sungai Indragiri di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, heboh akibat banyak ikan hingga seekor buaya muara ditemukan lemas diduga akibat pencemaran di sungai terbesar di Provinsi Riau itu.

“Ketika terjadi musim pasang, kadang kala ikan ada yang pingsan karena kekurangan oksigen ketika air menjadi keruh. Tapi kali ini beda, karena ikan yang ditemukan megap-megap cukup banyak dan sampai ada seekor buaya yang ikut pingsan. Kami curiga ini karena ada pencemaran limbah, bukan sekadar karena air pasang,” kata seorang warga Maryanto, ketika dihubungi dari Pekanbaru, Kamis.

Ia mengatakan penemuan ikan dan buaya di daerah Parit I, Kecamatan Tempuling. Buaya yang ditemukan warga dalam kondisi pingsan sempat mengundang kehebohan, karena ukuran satwa itu cukup besar yakni panjangnya sekitar dua meter.

“Buaya yang seharusnya binatang ganas, sampai tidak ada daya lagi ketika diangkat oleh warga. Berarti kondisi air sungai ada masalah,” ujarnya.

Menurut dia, selama sepekan terakhir banyak warga yang menggunakan air sungai mengeluhkan badan mereka gatal-gatal. Menurut Mardyanto, musim hujan sejak sepekan terakhir membuat air sungai pasang tinggi. Hal itu bisa menyebabkan sisa timbunan minyak sawit mentah (CPO) dan limbah bekas pabrik batu bara di daerah itu mengalir ke sungai.

Karena itu, masyarakat juga telah melaporkan kondisi sungai tersebut ke Badan Lingkungan Hidup Indragiri Hilir.

Kepala Bidang Pencegahan Kerusakan Lingkungan BLH Indragiri Hilir, Ardi Yusuf mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel air untuk dan telah mengirimnya ke Laboratorium PU di Pekanbaru untuk diteliti. “Mungkin hasilnya bisa diketahui satu bulan lagi,” ujarnya.

Dugaan sementara Ardi, air Sungai Indragiri terkena pengaruh air pasang dari laut yang membuatnya keruh bercampur lumpur dan air hujan.

“Jadi ikan-ikan di bawah permukaan muncul ke permukaan karena kekurangan oksigen. Kalau ikan-ikan itu tidak segera dipindahkan, maka mereka bisa mati,” katanya.

Meski begitu, Ardi mengakui kejadian seperti itu sudah lama tidak terjadi di Sungai Indragiri sejak puluhan tahun lalu. “Terakhir kali terjadi, ketika saya masih kecil,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut apakah karena faktor alam atau akibat pencemaran limbah industri.

Ia mengatakan disepanjang alirah sungai itu memang terdapat satu pabrik pengolahan minyak sawit mentah (CPO), dua hingga tiga lokasi penimbunan CPO, dan pembangkit listrik PLN. “Saya tidak bisa berandai-andai sebelum hasil tes sampel air keluar,” ujarnya.

Read More...

Riau

Pengumuman Hasil TKD CPNS Pemprov Riau 8 Desember 2014

Pengumuman Hasil TKD CPNS Pemprov Riau 8 Desember 2014

Ini dia kabar gembira untuk peserta yang mengikuti Tes Kompetensi Dasar (TKD) dengan menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau akah mengumunkan hasil TKD CPNS Pemprov Riau pada 8 Desember 2014.

“Kita merencanakan tanggal 8 Desember nanti pengumumannya,” kata Guntur kepada MRNetwork, Senin (1/12/2014). Ia juga menyebutkan bagi peserta CPNS Pemprov Riau yang dinyatakan lulus TKD dan lolos passing grade diminta persiapannya untuk melakukan Tes Kemampuan Bidang (TKB).

Menurutnya, bobot nilai TKD ini mencapai 60 persen. Sementara, untuk TKB, kata Guntur, porsinya hanya 40 persen. “Nilainya nanti tetap dalam bentuk angka 0 sampai 100 dan langsung dikirim ke Kemenpan,”ulasnya.

Ketika ditanyakan kapan akan dilaksanakan TKB tersebut, Guntur mengaku, dijadwalkan pada tanggal 16 hingga 20 Desember. Pasalnya, jika tidak tuntas hingga Desember nanti, Kemenpan-RB dalam hal ini Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), tidak dapat lagi melakukan TKB.

“Apabila hal ini terjadi otomatis Kemenpan hanya menetapkan hasil dari TKD saja. Artinya, porsi nilainya hanya 60 persen saja,”ujarnya. Untuk saat ini lanjut Guntur, pihaknya sudah melakukan persiapan pelaksanaan TKB. Rencananya, TKB ini meliputi, tes psikometrik, performance, dan wawancara.

Sebelumnya, Guntur menyebutkan 2.483 peserta lulus passing grade dari 8734 peserta yang mendaftar. Guntur menerangkan, angka 2.483 yang lulus passing grade belum dipastikan mengikuti TKB. Pasalnya, proses tersebut akan mengacu pada rangking yang ditetapkan berdasarkan formasi yang tersedia.

“Makanya kita mengajukan peserta yang ikut tes tersebut lima kali dari formasi yang tersedia. Artinya jika yang tersedia dua untuk formasi tertentu, maka yang mengikuti tes tersebut 10 orang,” imbuhnya saat dijumpai pewarta di Pekanbaru.

Penentuan rangking itu diketahui setelah Panselnas mengumumkan rangking peserta yang lulus passing grade. “Jadi meskipun lulus passing grade tetapi tidak masuk dalam rangking yang ditetapkan, juga tidak bisa mengikuti seleksi TKB. Begitu ketentuan yang harus dilalui,” papar Mantan Plt Kepala Biro Humas Setdaprov Riau tersebut.***

Read More...

Riau

KFC Hadir di Plaza Bangkinang, Warga Kampar Tak Perlu ke Pekanbaru Lagi

KFC Bangkinang Kampar

Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Kampar, restoran cepat saji Kentucky Fried Chiken (KFC) kini melebarkan sayapnya hingga ke daerah. Biasanya, keberadaan KFC dipusatkan di kota besar, namun kini KFC hadir di Plaza Bangkinang, warga Kampar tak perlu lagi ke Kota Pekanbaru untuk menikmati ayang goreng bumbu tersebut.

Ternyata kenapa Kentucky Fried Chiken buka cabang di Kabupaten Kampar, salah satu alasannya adalah ingin lebih dekat lagi dengan pelangganya, khusus di Bangkinang dan umumnya Kabupaten Kampar.

“Salah satu alasan kita kenapa buka di Kampar karena ingin lebih dekat lagi kepada pelanggan KFC di Bangkinang khususnya dan kabupaten Kampar umumnya,” ujar Pimpinan KFC Pekanbaru Lilik kepada wartawan, Jum’at (28/11/2014) pagi lewat sambungan selulernya saat berada di Jakarta.

Dijelaskannya, kenapa KFC ini lebih dekat dengan pelanggannya, karena selama ini banyak pelanggan dari Kampar datang jauh-jauh ke Pekanbaru jadi untuk mempermudah pelanggan maka KFC buka cabang di Bangkinang.

“Jadi dengan dibukanya KFC cabang Bangkinang ini, dapat melayani pelanggan tanpa harus ke Pekanbaru lagi. Disamping itu, tidak perlu repot-repot buang waktu, biaya, tenaga ke ke Pekanbaru. Lebih dekat dan cukup ke Plaza Bangkinang saja sudah bisa menikmati menu yang sama seperti yang tersedia di KFC Pekanbaru,” jelasnya.

Lilik menjelaskan, mulai hari ini KFC di Plaza Bangkinang sudah buka dan mulai melayani pelanggan. Namun dia menjelaskan baru akan menggelar Grand Opening Sabtu (29/11) besok.

“Hari ini kita baru Soft Opening saja, untuk Grand Opening besok baru akan dibuka secara resmi dengan mengundang berbagai pihak mulai dari RT, RW, Lurah, Camat dan Pemerintah Kabupaten Kampar. Ada ratusan orang yang kita undang untuk acara Grand Openingnya besok,” jelasnya.***

Read More...

Riau

Riau Jadi Lokasi Penyelundupan Barang-barang Ilegal Tak Berstandar SNI

Riau Jadi Lokasi Penyelundupan Barang-barang Ilegal Tak Berstandar SNI

Riau Jadi Lokasi Penyelundupan Barang-barang Ilegal Tak Berstandar SNI – Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB) terus melakukan penyisiran guna menemukan barang-barang ilegal yang diselundupkan ke Indonesia.

Setelah sebelumnya menyita ribuan ton bawang merah selundupan dari Malaysia, kini TPBB kembali melakukan penggerebekan di wilayah Pekanbaru, Riau.

Penggerebekan yang dilakukan pada Kamis, 13 November 2014 itu dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan Widodo.

Mereka berusaha mencari produk-produk yang masuk ke Indonesia namun tidak memenuhi Standar Nasional Industri (SNI).

Penyisiran tersebut menemukan 88 buah produk Polytank di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Puluhan tandon air ini memiliki ukuran bervariasi mulai dari 500 liter, 1.000 liter, 2.000 liter, 3.000 liter, hingga 5.000 liter. Seperti yang diduga, barang tersebut tidak lolos SNI.

Masih di jalan yang sama, TPBB menemukan 8.450 lampu hemat energi (LHE) yang tidak memenuhi standar pencantuman label.

Produk LHE yang lain ditemukan sejumlah 9.550 buah di kawasan Jalan H Imam Munandar, Pekanbaru, dimana produk diduga tidak layak pakai.

Widodo menjelaskan langkah tersebut sebagai upaya untuk melindungi konsumen. Barang-barang yang ‘diincar’ TPBB adalah produk yang tidak resmi (ilegal), tidak lolos SNI, tidak sesuai standar pencantuman label, dan tidak memenuhi standar layak pakai.

Hingga saat ini, TPBB telah menyita belasan jenis produk baik pangan maupun non-pangan.

Untuk merealisasi tujuan tersebut, TPBB telah menjalin kerjasama dengan Kepala Polri dan Kepala Staf TNI-AD.

Mereka juga mengikat Nota Kesepahaman dengan pihak-pihak terkait seperti Dirjen SPK dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), serta Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

TPBB juga telah mengadakan uji laboratorium terkait penyitaan produk baja tulangan beton dan baja lembaran lapis seng.

“Tim sudah melakukan uji laboratorium dan hasilnya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan SNI,” ujar Widodo.

Widodo kembali menegaskan bahwa pelaku penyelundupan barang-barang ilegal yang tidak sesuai SNI akan dijerat dengan hukum yang berlaku.

Read More...

Riau

Kasus Kredit Fiktif BNI 46 Pekanbaru Mulai Sidang Kamis 6 November 2014

Kasus Kredit Fiktif BNI 46 Pekanbaru Mulai Sidang Kamis 6 November 2014

Kasus Kredit Fiktif BNI 46 Pekanbaru Mulai Sidang Kamis 6 November 2014. Kasus kredit fiktif yang menimpa dua mantan petinggi dan seorang staf BNI 46 Pekanbaru telah memasuki masa persidangan.

Dua hari lagi, tepatnya pada Kamis 6 November mendatang, kasus yang merugikan negara sebesar Rp 40 milyar tersebut akan disidangkan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Tiga orang yang akan naik ke meja tersangka masing-masing adalah Achmad Fauzi, mantan Kepala Kanwil Regional Sumatera Barat tahun 2007, dan Mulyawarman Muis, mantan Kepala Kanwil Regional Sumatera Barat tahun 2008, serta Armaini Sefanti yang saat ini masih menjabat sebagai Staf Administrasi BNI 46.

Majelis hakim yang akan mengadili perkara tersebut dipimpin oleh Sutarto, SH. M.Hum. Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru ini akan didampingi oleh Isnurul, SH. Mhum. dan Yanuar Anadi, SH. MH.

Menurut Panitera Muda (Panmud) Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Hasan Basri SH, persidangan tersebut sudah diagendakan oleh Pengadilan Tipikor.

“Sidang perkara kredit fiktif dengan tersangka Achmad Fauzi, Mulyawarman Muis, dan Armaini Sefanti sudah diagendakan tanggal 6 November,” ujarnya sebagaimana dikutip Riauterkini.

Ketiga tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 3 UU No. 31/1999, yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Achmad Fauzi, Mulyawarman Muis, dan Armaini Sefanti dituduh telah melanggar pasal-pasal tersebut dengan menyetujui pemberian kredit sebesar Rp 40 milyar kepada Direktur PT Riau Barito Jaya (RBJ) Esron Napitupulu. Saat ini, Esron juga tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Kasus yang sama pernah disidangkan sebelumnya, yang melibatkan tiga pegawai BNI 46 Pekanbaru, yakni AB Manurung, Ir Atok dan Dedi Syahputra. Ketiganya dihukum pidana dengan 9 tahun penjara, denda Rp 400 juta, atau subsider selama 4 bulan.

Hukuman ini dinilai amat ringan dibandingkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menghendaki ketiganya dihukum 16 tahun penjara, denda Rp 700 juta, atau subsider 5 bulan.
Sumber: Riauterkini

Read More...

Riau

Gubernur Riau Tersangka Korupsi, Kemendagri Nonaktifkan Annas Maamun?

Gubernur Riau Tersangka Korupsi, Kemendagri Nonaktifkan Annas Maamun?

Berita Terkini: Gubernur Riau Tersangka Korupsi, Kemendagri Segera Nonaktifkan Annas Maamun. Gubernur Riau Annas Maamun resmi menjadi tersangka kasus korupsi. Hal tersebut ditetapkan oleh KPK setelah melakukan pemeriksaan selama 20 jam. Maka dari itu Kemendari akan segera menonaktifkan Annas Maamun sebagai orang nomor 1 di provinsi Riau.

Dirjen Otda Kementerian dalam Negeri, Djohermansyah Djohan mengatakan, Annas Maamun akan segera dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Gubernur Riau.

Hal itu dilakukan karena Annas tersandung kasus dugaan korupsi, dengan landasan hukum Undang-Undang Pemerintah Daerah yang baru serta status Annas Maamun saat ini sebagai tersangka suap.

“Undang-Undang Pemerintah Daerah yang akan disahkan siang ini, maka sesuai yang baru itu kepala daerah yang ditahan meski pun masih terperiksa dan tersangka, dilarang melaksanakan tugas dan kewenangannya memimpin daerah,” kata Djohermansyah.

Tambahnya, Kemendagri saat ini sedang menyiapkan laporan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penahanan Annas Maamun oleh KPK.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga akan segera mengirimkan pemberitahuan terkait status Annas Maamun ke Pemprov Riau agar roda pemerintahan di daerah tetap stabil. “Kami akan mengirimkan radiogram terkait hal ini ke Pemprov Riau,” terang Djohermansyah Djohan.***

Read More...

Riau

Berita Terkini: Gubernur Riau Annas Maamun Resmi Tersangka Suap

Berita Terkini: Gubernur Riau Annas Maamun Resmi Tersangka Suap

Berita Terkini & Terbaru Hari Ini: Gubernur Riau Annas Maamun akhirnya ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka penerima suap. Penetapan itu ditetapkan KPK setelah melakukan pemeriksaan selama dua puluh jam secara intensif.

Dari hasil pemeriksaan selama 20 jam tersebut maka KPK menemukan kesimpulan dan menetapkan Gubernur Riau Annas Maamun sebagai tersangka suap.

“Dari OTT yang dilakukan KPK, telah berhasil mengamankan 9 orang dilakukan pemeriksaan intensif, dari hasil pendalaman berdasar alat bukti dan pemeriksaan terhadap saksi,” terang Ketua KPK, Abraham Samad di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dikutip dari Detikcom Jumat (26/9/2014).

Maka dari itu Gubernur Riau Annas Maamun resmi menjadi tersangka suap. Satgas dan pimpinan akhirnya menggelar ekspose dan menetapkan Annas Maamun sebagai tersangka. Annas ditetapkan sebagai tersangka suap.

“Gubernur Riau Annas Maamun ditetapkan sebagai tersangka, penerima suap dengan sangkaan 12 a atau 12 b atau 11 UU Tipikor,” kata Abraham Samad.***

Read More...