Rupiah Masih Genting untuk Bergerak di Atas Rp 10.000 per Dollar AS

PEKANBARU.CO-Bisnis- Rupiah masih genting. Meski intervensi Bank Indonesia (BI) dalam perdagangan kemarin mampu membawa rupiah memperlihatkan sedikit kekuatan, namun kondisi perekonomian dunia, terutama hantaman efek valuta ke Asia Tenggara membuat kondisi rupiah jauh dari kata pasti.

Rupiah

Meski masih mampu terus bertahan di kisaran Rp 9.800-an, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dinilai masih rentan untuk anjlok menembus Rp 10.000 per dollar AS. Upaya BI  membawa rupiah di bawah Rp 9.900 per dollar AS masih terus dilakukan. Pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (12/06/2013) rupiah berada di level Rp 9.861 per dollar AS, berdasarkan kurs tengah Bloomberg.

Intervensi BI berhasil membawa rupiah menguat dari nilai perdagangan sehari sebelumnya, di tengah pelemahan mata uang Asia. Penguatan juga terjadi di bursa Indonesia. IHSG ditutup naik 4.697,88 (1,9 persen) ketika sebagian besar pasar Asia melemah.

Pasar AS dan Eropa Melemah

Yield obligasi 10 tahun naik menjadi 2,219 persen. Namun, indeks future Asia masih tercatat negatif. Hal ini menurut ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, kemungkinan membawa konsekuensi koreksi yang berlanjut di pasar Asia.

Soal nilai tukar rupiah, Lana mengatakan posisinya masih rawan. Kendati rupiah dapat ditutup di bawah Rp 9.900 per dollar AS tetapi dalam perdagangan harian masih diperjual-belikan di atas Rp 10.000 per dollar AS.

“Masih berada pada level rawan yang sangat merisaukan,” ujar Lana, seperti dilansir Kompas.com, Kamis (13/06/2013).

Sementara, penjualan mata uang dollar AS di dalam negeri terus terjadi. Kiranya, tak banyak masyarakat yang mau berspekulasi dengan kondisi ini. ***(kcm/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments