Sayangi Ginjal Anda, Hipertensi dan Diabetes Dapat Merusaknya

PEKANBARU.CO-Health- Mempedulikan kesehatan tentu saja harus dilihat dari semua sisi. Terkadang, seseorang yang merasa sehat, namun ternyata tengah mengidap risiko penyakit mematikan. Tak jarang pula mereka yang terlihat begitu fit dengan stamina baik, tapi beberapa saat kemudian harus dilarikan ke fasilitas medis.

Mengenali kemungkinan-kemungkinan indikasi penyakit sangatlah penting. Tidak semua di antara kita mau memeriksakan kesehatan, lantaran aneka faktor. Kali ini, Pekanbaru.co akan membahas dua penyakit umum, yang ternyata mampu memicu gangguan kesehatan ganas. Apa saja itu?

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit yang sangat umum terjadi pada warga kota besar, seperti halnya Pekanbaru. Intensitas pekerjaan yang tinggi, kemacetan, beban hidup, kesibukan hingga pola hidup yang tidak sehat diketahui sebagai penyebab utamanya. Tapi ternyata, hipertensi juga bisa memicu penyakit mematikan selain stroke, yaitu penyakit gagal ginjal stadium akhir.

Menurut dr.Tunggul Situmorang, Sp.PD, kedua penyakit tersebut memang menjadi penyebab terbanyak kasus-kasus gagal ginjal stadium akhir, terutama di daerah perkotaan. “Tetapi kalau untuk di daerah penyebabnya adalah infeksi pada ginjal,” terangnya, seperti dilansir Kompas.com.

Gagal ginjal stadium akhir kerap kali terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Angkanya bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun. Karenanya, sangat sulit diketahui kapan pasien mencapai fase ini.

Yang lebih menakutkan, penyakit gagal ginjal ternyata juga tidak memberikan tanda atau gejala. Disebutkan, pada pasien diabetes tipe dua, perubahan struktural dari ginjal malahan terjadi belakangan dibanding terganggunya fungsi organ penunjang ekskresi ini.

“Tidak jarang fungsi ginjalnya sudah terganggu, tetapi secara anatomis ginjalnya masih baik sehingga saat di USG ginjalnya terlihat bagus,” kata ahli ginjal dan hipertensi dari RS Cikini, Jakarta ini.

Bagaimana proses terjadinya penyakit gagal ginjal?

Hipertensi atau diabetes akan menyebabkan komplikasi berupa rusaknya pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di bagian ginjal.

“Beban berlebihan pada pembuluh darah kecil (glomeruli) dalam unit penyaring ginjal dapat menimbulkan kerusakan dan parut. Jika ini terjadi, unit penyaring dalam ginjal akan kehilangan kemampuannya menyaring produk sisa dari darah,” lanjut Tunggul.

Penderita diabetes atau hipertensi sangat diarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun guna mengukur jumlah protein dalam urin (mirkoalbumin). Hal ini, kata dia, sangat dibutuhkan guna mengetahui kerusakan ginjal secara dini.

Kedua penyakit ini tak hanya memicu stroke dan gagal ginjal, baik hipertensi maupun diabetes, atau kolaborasi keduanya juga sangat mungkin menyebabkan penyakit jantung. Berhati-hatilah dari sekarang! ***(kcm/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments