Turap Negeri Istana nan Mempesona

Share:

PEKANBARU.CO-Travel- Aliran Sungai Siak tak bersuara, setenang deru angin membelah belantara hutan lebat yang menyenyuh tepian. Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah berdiri kokoh, dipenuhi lampu-lampu bercorak kuning terang. Di tepi daratan, muda-mudi berseloroh, penuh canda dan tertawa. Mereka meyeruput kopi sambil menyantap hidangan ringan.

Turap (konstruksi penahan abrasi) yang berdiri di tepian Sungai Siak yang membentang di sepanjang Kelurahan Kampung Rempak, Kota Siak Sri Inderpura telah melebihi fungsi aslinya. Di atas dinding itu berjejer kursi-kursi plastik aneka warna yang dipenuhi remaja-remaja melayu.

“Kami suka ngumpul di sini. Pemandangannya enak,” ujar Sri, remaja yang menyambut sapa hangat Pekanbaruco kala itu.

Bak kata Sri, tempat ini benar-benar menarik. Berbagai kapal yang lalu-lalang menyusuri Sungai Siak telah menciptakan suasana tenang alang kepalang. Meski suara mesin mereka menggema, kapal-kapal itu tetap melengkapi keindahan Negeri Istana dengan laju lambat nan membuai pandangan.

Di samping turap, terbuka luas lapangan rumput yang tertata rapi. Di sini anak-anak riang bermain. Sedangkan orangtua mereka sibuk berbincang di sisi yang lain.

Keberadaan turap ini tak akan sulit ditemui oleh setiap orang yang menyinggahi Istana Siak. Pasalnya, lokasi bagunan tepi Sungai Siak itu hanya berjarak kurang dari satu kilometer dan berada di akses transportasi utama daerah itu. Dari pusat pemerintahan Pemkab Siak pun juga relatif dekat.

Bagi masyarakat Kota Siak Sri Inderapura, turap acap kali dijadikan solusi bersantai saat sore. Di tempat ini mereka bisa memesan berbagai jenis makanan dan minuman dari pedagang yang banyak berjejer di sisi jalan. Salah satu minuman favorit di sini tentu saja kelapa muda dengan sajian alami lain ala Melayu Siak.

“Pengunjung sering memesan berbagai makanan dan minuman, tapi kami sediakan semuanya. Kalau masyarakat sekitat justru lebih suka memesan kelapa muda,” aku Rahman, salah satu pedagang.

Lalu kenapa lokasi ini selalu ramai, sedangkan banyak tempat lain yang ada di kota ini?

Sedernananya, di sini semua fasilitas bisa didapatkan. Bahkan, di sepanjang turap terpasang pemancar WiFi yang bisa diakses semua pengunjung melalu gadget masing-masing. Bayangkan saat pengunjung sibuk memotret keindahan Sungai Siak dan keasrian hutan sekitar, mereka dapat mengunggahnya secara langsung melalui jaringan ini.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengendalian Objek Wisata Pemkab Siak Izram , SH, ketersediaan jaringan internet melalui pemancar WiFi di objek wisata Kota Siak Sri Indrapura merupakan upaya meningkatkan pelayanan dan tingkat kepuasan pelancong di daerah ini. Akses WiFi bahkan bisa didapatkan di banyak lokasi, termasuk objek teranyar Istana Siak.

“Ada beberapa titik WiFi yang aktif 24 jam. Siapapun bisa memanfaatkannya. Sebagian besar terbuka tanpa kata sandi,” jelasnya.

Puas melihat pemandangan dan menikmati hidangan ala turap, pengunjung juga dapat menelusuri sejarah daerah ini. Di tepian Sungai Siak banyak terdapat makam kuno yang tertata apik. Bahkan makan Sultan Syarif Kasim II pun berada di salah satu sisi tempat ini.***(DP)

Advertisement

Berita Lainnya

Kirim Komentar