Podjok Tedoeh : Tongkrongan Kuliner Generasi Cyber Pekanbaru

Kota Pekanbaru memang memiliki segudang koleksi wisata kuliner. Di Ibukota Provinsi Riau ini ratusan café, puluhan restoran hingga skala angkringan dan kaki lima berderet di setiap sudut kota yang akrab disebut Kota Bertuah ini. Setiap tempat pun juga memiliki karakteristik sendiri, seperti halnya Podjok Tedoeh yang identik dengan tongkrongan cyber-nya.

“Di sini setiap pengunjung bebas mengakses jaringan internet WiFi tanpa charge. Mereka juga dapat berlama-lama sepuas hati,” ungkap Pemilik dan Pengelola Podjok Tedoeh Feri kepada Pekanbaru.co yang saat itu nongkrong ke tempat ini, Selasa (16/04/2013) sore.

Podjok Tedoeh memang dikategorikan sebagai fasilitas baru di kota ini, setelah resmi beroperasi 2 Maret lalu. Berada di kawasan pemukiman seputaran Jalan Paus tepatnya Jalan Bawal Nomor 1, bak namanya Podjok Tedoeh benar-benar asri dan ditutupi kanopi tanaman hias yang membuatnya terasa sejuk di tengah teriknya cuaca Pekanbaru.

Tak hanya itu, pengunjung akan betah berlama-lama dengan suasana tempat ini. Lantunan lagu-lagu sendu mancanegara menemani setiap aktivitas setiap konsumen. Podjok Tedoeh benar-benar ideal sebagai pilihan santai, ulang tahun dan bahkan berdiskusi.

 

Pernah Coba Minum dari Botol Selai?

Pertanyaan menggelitik, memang. Tapi Podjok Tedoeh benar-benar membuat hal yang seakan candaan ini menjadi nyata. Saat memesan minuman, terutama minuman dingin justru pengelola café menyajikannya dengan kemasan botol selai, bukan gelas mewah.

Juice di botol selai

Juice di botol selai ala Podjok Tedoeh

Tapi jangan salah sangka, kreativitas penataan dan penyajian tetap membuat menu-menu itu menakjubkan dan menggugah selera. Bahkan tak banyak diantara pengunjung menyadari hal ini hingga mereka melihat bibir botol yang bermotif spiral.

“Di bagian luar botol kami lukis dengan tulisan sederhana nama ‘Podjok Tedoeh’ untuk mempertegas aksi kami dalam mendukung penyelamatan bumi. Semakin tinggi pendayagunaan barang, bukankah semakin sedikit resource yang digunakan untuk memproduksinya, termasuk gelas,” lanjut Feri.

Pendirian Podjok Tedoeh yang diinspirasi berbagai masalah sosial dan lingkungan juga membuat setiap menu di sini sangat terjangkau. “Kita ingin setiap kalangan bisa menikmati santapan di Podjok Tedoeh. Jadi harga makanan pun juga jauh dari kata mahal. Mewah, tapi toleran kantong,” imbuh Feri. ***(DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments