Ini Dia Penyebab Riau Kerap Diselimuti Kabut Asap

Share:
Advertisement

PEKANBARU.CO-Berita Riau- Tahukah Anda penyebab seringnya kabut asap melanda Riau, khususnya Pekanbaru?

Kabut Asap Riau

Ilustrasi (int)

Sebagai gambaran, kawasan Riau merupakan wilayah bagian tengah Sumatera yang paling strategis munculnya titik api (hot spot). Berdasarkan data pantauan Satelit NOAA 18 yang diterima Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Rabu (08/04/2013), dua dari delapan hotspot yang muncul berada di Provinsi Riau. Munculnya titik api ini dipicu oleh suhu panas dengan temperatur mencapai 34 derajat Celcius.

Menurut Staf Ahli BMKG Pekanbaru Yudhistira Mawaddah, pantauan pencitraan awan dari satelit juga memperlihatkan cuaca Riau hingga saat ini masih didominasi cerah hingga berawan. Hal ini diperkuat oleh analisa streamline hingga kajian fisis awan di atas Bumi Lancang Kuning.

“Potensi hujan tetap ada. Namun hanya dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi di wilayah Riau bagian barat, utara dan pesisir timur Sumatera. Hujan umumnya muncul sore dan malam hari. Pagi hingga siang masih cerah,” ujar Yudhistira kepada wartawan.

Hot spot di Riau memiliki karakteristik berbeda dari daerah lain. Ahli Tanah dan Pertanian Universitas Andalas, Mursal M.P kepada Pekanbaru.co menjelaskan, struktur tanah organik yang mendominasi sebagian besar wilayah perkebunan di Riau memproduksi jauh lebih banyak asap daripada kebakaran hutan biasa.

“Saat hutan di tanah organik terbakar, api tidak hanya melalap kanopi, namun juga tanah-tanahnya. Karena kelembaban dan kandungan air serta unsur organik yang tinggi, proses ini menciptakan asap yang lebih banyak dan pekat,” ujar Mursal.

Tak hanya itu, Riau yang memiliki banyak perkebunan rakyat mesti memperhatikan pengawasan terhadap tindakan pembakaran lahan. “Kadang sudah membudaya melakukan land clearing dengan membakar. Itu berbahaya. Di Riau tanahnya pun bisa terbakar dan menimbulkan kabut asap hingga ke seluruh provinsi ini. Merusak kesehatan warga,” imbuhnya. ***(DP)

Ikuti terus topik pilihan “Meneropong Kabut Asap” di www.pekanbaru.co

Berita Lainnya

Kirim Komentar