Memperjuangkan Kejujuran UN dan Pendidikan Lewat Film ‘Temani Aku Bunda’

PEKANBARU.CO– Kalau kita boleh berkata jujur, apa yang dibayangkan saat membaca judul di atas? Jangan beranggapan film ini bercerita tentang anak yang memohon kepada ibundanya agar ditemani kala ujian, namun inilah sebuah perjuangan dan kisah nyata menentang berbagai bentuk kecurangan pendidikan Tanah Air.

Film Temani Aku Bunda

Film Temani Aku Bunda

Film dokumenter ‘Temani Aku Bunda’ bercerita tentang kisah perjuangan ibu dan anak menjunjung nilai kejujuran dan mengembalikan tujuan suci pendidikan. Film yang berlatar belakang penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) ini akan menjadi refleksi bagaimana roda pendidikan berjalan di negeri ini.

Pendidikan dan momentum Ujian Nasional (UN) di Indonesia tak hanya diartikan sebagai bagian dari mendidik, namun sesuatu yang berbalik arah justru banyak terjadi melihat berbagai fakta yang terungkap. Pada 10 Mei 2011, Abrar, seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) begitu gelisah saat menjalani Ujian Nasional di SDN 06 Petang, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Bukan karena tak yakin akan kemampuannya, tapi ide kecurangan UN di sekolah itu yang membuat bocah ini tertekan.

Dalam film yang berdurasi pendek itu, dikisahkan Abrar dan kawan-kawan sekelasnya diminta guru mereka untuk membuat kesepakatan. Para siswa yang seharusnya dididik secara moral, justru disuruh bertukar jawaban. Mereka pun tak diperkenankan memberitahu siapa pun mengenai kesepakatan ini.

Tapi lain bagi Abrar. Nilai kejujuran yang sudah tertanam dalam bathinnya membuatnya tak tahan. Sepulang sekolah, ia pun menceritakan pengalaman itu kepada ibundanya, Winda sambil terisak-isak. Tak terima atas pendidikan negatif, Winda mendatangi pihak sekolah, mencari kebenaran dan menuntut permintaan maaf.

Tapi apa daya, sekolah pun tak kooperatif menanggapi keluhan Winda. Akhirnya, tak ada jalan lain  untuk memperbaiki pendidikan, selain mesti menghampiri berbagai instansi dan menghadapi rumitnya birokrasi.

‘Temani Aku Bunda’ diproduksi oleh Yayasan Kampung Halaman dan disutradarai Tedika Putri Amanda beserta Irma Winda Lubis. Karena mengandung nilai moral yang tinggi, diikuti kemungkinan penentangan, pengerjaan film ini menghabiskan waktu tak kurangdari satu tahun.

Cineplex 21 yang menerima film ini langsung memberikan tanggapan positif. Selain menggelar berbagai diskusi mengenai UN di Jakarta, Cineplex 21 juga akan memutar ‘Temani Aku Bunda’ di beberapa bioskop di Indonesia.Tunggu saja. ***(int/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments