Pekanbaru Alami Cuaca Ekstrem, Warga Mesti Waspada

Share:

PEKANBARU.CO-Berita Riau- Kondisi cuaca di Kota Bertuah beberapa pekan terakhir  mengkhawatirkan. Suhu di siang hari terasa menyengat, sementara malam hingga dini hari cenderung dihiasi hujan lebat disertai petir. Untuk itu, segenap warga Pekanbaru mesti waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Pekanbaru Alami Cuaca Ekstrem Disertai Petir

Pekanbaru Alami Cuaca Ekstrem Disertai Petir

Melihat perkembangan iklim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru telah mengeluarkan peringatan bagi warga terkait kondisi cuaca saat ini. Jika harus melaksanakan aktivitas di luar rumah, setidaknya setiap orang mesti berhati-hati.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Ferry Sitorus yang dikonfirmasi melalui staf analisa BMKG Aristya Ardhitamamenjelaskan, ada berbagai bahaya yang siap mengancam warga karena perbedaan suhu antara siang dan malam yang sangat signifikan. Sementara, maraknya petir kala hujan justru bisa menimbulkan kecelakaan fatal, sebagaimana yang pernah terjadi beberapa waktu yang lalu.

“Sebaiknya siapkan perlengkapan untuk menghadapi kondisi ini. Seperti yang kita ketahui, suhu siang hari sangat panas. Tapi kondisinya berbalik ketika malam,” ujar Aristya, Sabtu (30/3/2013).

Analisa BMKG menunjukkan, cuaca ekstrem terbentuk akibat perkembangan struktur awan di langit Pekanbaru. Dengan tingginya suhu pada siang hari membuat penguapan berlangsung cepat. Tapi ketika suhu turun drastis, uap air di udara menjadi awan lebih cepat lagi. Akibatnya, selalu terjadi hujan saat malam yang disertai petir.

“Konveksi pemanasan terjadi siang hari. Panasnya luar biasa. Ini yang mempengaruhi. Pengaruh lokal dampaknya juga besar,” ujar dia.

Pengaruh lokal yang dimaksud Aris merupakan gabungan kondisi alam Pekanbaru yang sudah sedemikian berubah. Minimnya ruang terbuka hijau yang ada serta resapan air yang urang menjadikan perubahan suhu dan kondisi cuaca lebih ekstrem.

“Hal itu mempercepat proses pembentukan awan, karena panasnya cukup luar biasa, maka peluang terjadinya hujan lebih besar,” lanjut Aristya. ***(rps/DP)

Advertisement

Berita Lainnya

Kirim Komentar