AIMI Riau Resmi Terbentuk

PEKANBARU.CO-Berita Riau– AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) cabang Provinsi Riau, Ahad (24/3/13) secara resmi mendeklarasikan keberadaannya di Pekanbaru. Dalam pendeklarasian tersebut, selain diisi talkshow oleh Sogi Indra Duaja, juga dihibur beragam acara seperti ICS Kids performance, Playgroup seru, kuis, permainan interaktif dan sebagainya.

AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) cabang Provinsi Riau

AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) cabang Provinsi Riau

Ketua AIMI cabang Provinsi Riau Dian Setyawati mengatakan, terbentuknya AIMI Riau berawal dari komunitas ibu-ibu setempat yang rajin berkumpul berbagi ilmu, informasi dan pengalaman akan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI). Dalam berkumpul tersebut, pihaknya saling memberi dukungan dan edukasi kepada para ibu agar memberi ASI pada bayinya.

“Semua dilakukan lewat kelas edukasi yang telah kami adakan beberapa kali di Pekanbaru. Saat ini AIMI Riau memiliki pengurus sebanyak 20 orang, 5 konselor laktasi dan 50 orang anggota aktif,“ terangnya kepada Pekanbaru.co di sela-sela acara.

Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Mia Sutanto yang datang langsung dari Jakarta menyambut baik kehadiran AIMI Riau di Pekanbaru. Kata dia, AIMI Riau merupakan cabang tingkat provinsi yang ke-8 setelah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, Bali, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

Kehadiran AIMI, jelasnya, berawal dari kepedulian beberapa ibu mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan, maka terbentuklah organisasi khusus ASI yang berperan penting dalam rangka mensukseskan program ASI Eksklusif dan IMD di Indonesia pada 21 April 2007 lalu.

Kegiatan Pelantikan AIMI Riau

Kegiatan Pelantikan AIMI Riau

Latar belakangnya adalah, ibu menyusui memiliki ide untuk membuat sebuah support group yang saling berbagi informasi dan belajar tentang ASI dengan tujuan semua ibu di Indonesia bisa memberikan salah satu hak anak, yaitu ASI.

“Langkah ini dilakukan karena sampai saat ini dukungan untuk ibu yang memberikan ASI kepada bayinya kami rasa sangat kurang. Berdasarkan riset kesehatan tahun 2010, pemberian ASI ekslusif dibawah usia 6 bulan hanya 15,3 persen. Dukungan dan perhatian dari pemerintah, masyarakat umum maupun instansi swasta bahkan para suami juga kurang,“ akunya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya mengadakan berbagai kegiatan untuk terus mensosialisasikan AIMI, antara lain menyelenggarakan kegiatan regular kelas edukasi AIMI dengan tema seputar ASI, AIMI Goes to Office, konsultasi laktasi, talkshow MP-ASI sehat untuk bayi, AIMI Goes To Community seperti ke kampus dan tempat-tempat pengajian serta bekerjasama dengan pemerintah maupun swasta untuk terus mendorong agar fasilitas untuk ibu menyusui tersedia di tempat kerja mereka.

“Ke depan kami bertekad AIMI akan memiliki 33 cabang di 33 provinsi di Indonesia. Dan cabang kami ini diharapkan juga bisa membuat ranting-ranting di daerah kabupaten. Sehingga dengan begini, persentase angka ibu dan bayi menyusui ASI eksklusif 6 bulan semakin meningkat, “tukasnya sambil menyebutkan akan meresmikan cabang di Pontianak.***(dat/suk)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments