Banyak Produk Tanpa Label Halal Beredar di Pekanbaru, Dampak MEA

Pekanbaru.co ~ Bagi Anda masyarakat muslim di Pekanbaru kini perlu selektif dalam memberi produk makanan atau minuman.

Pasalnya, pengaruh diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang berlaku sejak Januari 2016 mulai terasa bagi warga Pekanbaru.

Salah satu dampak langsung yang dirasakan warga Pekanbaru yakni makin maraknya produk asing tanpa lebel halal yang beredar di pasaran.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru, Masirba Sulaiman.

“Ada banyak barang yang masuk ke pasaran di Pekanbaru, dan kebanyakan malah bukan produk negara ASEA,” kata Masirba, Selasa, (19/12016).

Masirba juga menjelaskan, kebanyakan barang yang masuk tersebut justru berasal dari negara Jepang, Cina, dan Korea.

Hal ini jelas cukup merugikan masyarakat Pekanbaru, karena umumnya barang yang masuk dari negara-negara tersebut tidak menggunakan lebel halal Majelis Ulama Indonesia.

“Kebanyakan warga Pekanbaru kan muslim, sementara produk-produk tersebut tidak terjamin kehalalannya.” Ungkap Musirba lagi.

Bukan hanya soal kehalalan yang merugikan masyarakat Pekanbaru. Saat ini produk UMKM lokal juga dikhawatirkan tidak mampu bersaing dengan produk impor.

Untuk mengatasi hal tersebut, Musirba menyebutkan bahwa kini pihaknya membuat peraturan yangmewajibkan semua pusat perbelanjaan yang ada di Pekanbaru untuk menjual minimal 20% produk barang dan jasa lokal yang dijual pada konsumen.

Hal ini dilakukan untuk menjaga daya jual produk lokal yang dikhawatirkan kalah dalam hal kualitas dengan produk-produk impor.

Selain itu Pemerintah Kota Pekanbaru juga meluncurkan program rumah kemasan. Saat ini Kecamatan Payung Sekaki, Rumbai dan Tenayan Raya mengajukan diri sebagai kawasan tempat dibuatnya rumah kemasan.

Rumah kemasan itu sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kemasan. Mulai dari konsultasi kemasan, desain kemasan hingga pada produksi kemasan itu sendiri.

Program ini dibuat karena umumnya kekalahan produk lokal beberapa diantaranya disebabkan karena alasan kemasan yang kalah dengan produk impor.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments