7 Cara Mudah Mendeteksi Kebohongan dari Lawan Bicara

7 Cara Mudah Mendeteksi Kebohongan dari Lawan Bicara – Berbohong bukanlah kebiasaan baik. Berbohong dalam hal besar tentu adalah dosa, namun berbohong dalam hal kecil bukan berarti tidak apa-apa.

Membohongi orang lain termasuk jahat karena membiarkan mereka percaya pada sesuatu yang salah atau tidak pernah terjadi.

Semua orang tentu pernah berbohong dan dibohongi. Sekalipun manusiawi, namun berbohong tidak boleh dijadikan kebiasaan. Lantas, bagaimana caranya mengetahui kita sedang dibohongi atau tidak?

Berikut ini 7 cara mudah mendeteksi apakah lawan bicara sedang berbohong atau tidak.

1. Menggunakan bahasa baku

Ini berlaku untuk kebohongan-kebohongan besar. Orang yang sedang berbohong cenderung menggunakan bahasa baku, karena alam bawah sadar mereka tidak dalam kondisi bebas dan rileks. Sebaliknya, orang jujur akan memakai bahasa santai, karena tidak ada tekanan apapun dari psikisnya.

2. Menjaga kontak mata terlalu lama

Banyak yang bilang orang yang sedang berbohong akan berusaha untuk menghindari kontak mata. Namun, sebenarnya hal ini bisa berlaku terbalik.

Orang berbohong akan bersikeras menjaga kontak mata dengan lawan bicara, kadang terlalu lama dari yang seharusnya, karena mereka ingin meyakinkan bahwa mereka berkata jujur.

3. Menghilangkan “aku” dalam cerita

Orang yang berbohong akan cenderung fokus pada “apa” yang terjadi, bukan pada “siapa” yang melakukan. Biasanya orang bohong akan menghilangkan kata “aku” untuk menghindari fakta yang sesungguhnya.

4. Bicara dengan nada negatif

Secara alam bawah sadar, pembohong menyadari bahwa mereka salah. Untuk menutupi kesalahan tersebut, mereka menggunakan kata-kata kekesalan untuk mendukung kebohongannya.

Misalnya seseorang tidak mau ditelepon karena sedang malas, dia mungkin akan berkata, “Wah maaf kemarin teleponnya nggak aku angkat. Hapeku cepat ngedrop. Emang batereku itu boros, cepat mati, bikin kesel.”

5. Berputar-putar dan detail tidak penting

Agar terlihat meyakinkan, pembohong akan menambahkan detail yang sebenarnya tidak perlu. Mereka berusaha terlihat meyakinkan dan dipercaya. Akhirnya cerita yang dihasilkan berputar-putar, tidak fokus, dan melenceng jauh dari pertanyaan aslinya.

6. Tidak tersenyum dengan matanya

Orang berbohong bisa jadi tersenyum atau tertawa, tapi sadarkah bahwa mereka tertawa dengan gugup? Sorot mata tidak dapat dibohongi. Orang yang tidak jujur matanya tidak akan ikut “tersenyum” sekalipun tertawa terbahak-bahak.

7. Gestur tubuh tidak nyaman

Pembohong ulung bisa saja melangkahi semua tanda di atas, namun gesturnya tetap akan terlihat. Gestur orang berbohong akan terlihat tidak nyaman, enggan, dan seperti ingin mengalihkan pembicaraan secepatnya.

Semoga tips di atas dapat dimanfaatkan untuk meminimalisir kebohongan di sekitar kita.

Leave a Comment