Ini Tips Aman KB Saat Masa Menyusui

Ini Tips Aman KB Saat Masa Menyusui. Rata-rata ibu menyusui takut ber-KB, karena berbagai pertimbangan. Apalagi pil KB yang mengandung hormon, ditakuti bakal berpengaruh pada ASI.

Ada juga yang beranggapan, seperti dirilis anakku.net, ber-KB haruslah menunggu haid pertama setelah bersalin. Ber-KB sesegera mungkin sebenarnya lebih baik selama tak ada masalah dengan pulihnya rahim.

Sebenarnya, memberi ASI eksklusif menjadi salah satu cara KB alami karena dapat menekan kesuburan. Makin sering menyusui, Anda makin terlindungi dari kehamilan. Namun Sekitar 10 persen ibu yang memberi ASI eksklusif bisa juga hamil, hingga cara ini tak 100 persen aman, dan dianjurkan untuk dikombinasi dengan kontrasepsi lain.

Sebaiknya, sebelum melahirkan, ibu sudah mempersiapkan kapan dan metode kontrasepsi apa yang diinginkan karena pastinya ibu sudah direpotkan dengan berbagai hal setelah melahirkan. Para ahli menganjurkan akhir masa nifas ibu sudah mantap dengan metode KB yang dipilihnya.

Keuntungan kontrasepsi menyusui bisa didapat keuntungan bila memberikan ASI eksklusif, menyusui sesering dan selama mungkin siang dan malam sesuai keinginan bayi.

Ibu mendahulukan memberi ASI sebelum waktu makan si kecil. Tetap menyusui meski ibu atau si kecil sedang sakit. Menghindari pemakaian botol atau empeng atau nipple shield.

Tidak mengalami haid sama sekali, setelah delapan minggu setelah melahirkan. Bayi masih di bawah usia enam bulan

Jika ingin memakai alat kontrasepsi saat menyusui, ada beberapa pilihan yang bisa dirundingkan dengan suami. Pertaman, pil kontrasepsi. Pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron, tidaklah dianjurkan untuk ibu menyusui karena mengurangi produksi ASI.

Bila Anda tak cocok dengan cara KB yang lain sedangkan Anda menyusui, lebih baik memilih pil KB yang hanya mengandung turunan hormon progesteron (mini pil). Sebuah studi menunjukkan mini pil ini tidak mempengaruhi ASI dibandingkan pil kombinasi.

Efek kontrasepsi mini pil yang lebih lemah bisa dibantu dengan memberi ASI eksklusif. Dan bila ibu sudah berhenti menyusui, barulah menggantinya dengan pil kombinasi.

Kedua, KB suntik atau implant. Karena hanya mengandung hormon turunan progesteron, KB suntik pada prinsipnya sama dengan mini pil.

KB suntik memiliki efek lebih panjang dan disuntikkan pada periode tertentu saja (satu bulan atau 2-3 bulan). Konon, saat penyuntikan dengan dosis tinggi, hormon yang masuk ke ASI akan meningkat, namun menurut studi hal ini tidak merugikan si bayi.

KB implant merupakan jenis KB hormonal yang bersifat jangka panjang. KB dilakukan dengan memasukkan sejenis selongsong berisi hormon ke bawah kulit, dan akan diambil bila ibu menginginkannya atau setelah lima tahun.

WHO menyarankan, ibu yang menyusui eksklusif mulai memakai kontrasepsi berisi hormon turunan progesteron ini enam minggu setelah melahirkan.

AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim). Sampai saat ini, AKDR menjadi pilihan pertama untuk ibu yang masih menyusui namun belum ingin kontrasepsi mantap. Selain keluhan yang minimal, AKDR tidaklah berpengaruh pada ASI karena bekerja secara lokal di dalam rahim.

Pemasangan AKDR tidaklah perlu menunda waktu, bisa dilakukan pada akhir nifas, biasanya saat satu bulan tujuh hari setelah ibu bersalin. Sebab, bila diberikan lebih awal, risiko AKDR untuk terlepas (ekspulsi) lebih besar.

Metode kontrasepsi lainnya juga bisa dipilih. Beberapa ibu memilih untuk mengkombinasi ASI eksklusif dengan metode KB sederhana seperti kondom, diafragma, atau senggama terputus.

Kedua metode ini akan saling melengkapi selama proses menyusui dilakukan dengan benar. Ingatlah untuk mengganti metode KB bila ibu tak lagi menyusui secara eksklusif karena metode-metode ini memiliki efektifitas yang rendah.

Pada ibu yang tak ingin punya anak lagi, kontrasepsi mantap yaitu dengan mengikat saluran rahim bisa dilakukan dalam 24 jam pertama setelah melahirkan. Kontrasepsi mantap juga bisa dilakukan pada pasangan dengan mengikat saluran sperma.

Pilihan terbaik KB saat menyusui, bila sudah tak ingin punya anak lagi, lakukan kontrasepsi mantap. AKDR, suntik KB depoprovera, KB implant, mini pil atau cara sederhana lainnya.

Pil kombinasi adalah pilihan terakhir, digunakan bila ibu tak lagi menyusui atau anak sudah diberi makanan padat. Pilihlah yang kandungan estrogennya rendah.

Pastikan pilihan metode ber-KB benar, agar tercapai sasaran yang diinginkan. Senantiasalah berkonsultasi dengan bidan atau dokter anda, jika mengalami masalah terkait KB. [Penulis: Hendri Nova]

Tanda: apakah lagi menyusui bisa mengganti kb,Bokep lagi nyusui Anak nya,Bolehksh suntik kb membrikan asi k bsyi,pil kb laktasi dipekanbaru,presentase kb pil n kb suntik 3 bln bgi ibu menyusui,Solusi kb untuk ibu,tip aman berkb,video bokep menyusui

Leave a Comment