FB Media Sosial yang Laris Manis di Indonesia, Ini Alasannya

Facebook (FB) Media Sosial yang Laris Manis di Indonesia, Ini Alasannya. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi yang menjadi canggih kini semakin banyak juga media sosial yang berkedok jejaring sosial bermunculan. Sehingga hal ini menjadi salah satu faktor penunjang kemajuan teknologi. Jejaring Sosial yang ngetren di perbincangkan diantaranya Facebook, Twitter, Yahoo Messenger, WhatsApp, WeChat, Line, Instagram, Skype, dan masih banyak lainya yang tidak bisa pekanbaru.co tuliskan satu – persatu.

Kebanyakan jejeraing sosial menjadi ramai di akses kerana kemudahan pengaksesan dan penggunaan bagi penggunanya, tak ayal teknologi pun  juga menjadi salah satu faktor ramainya jejaring sosial.

Hingga saat ini menurut beberapa penelitian, jejeraing sosial Facebook masih menjadi yang paling anyak di akses terutama di Indonesia. Pasalnya Facebook saangat mudah untuk mencari teman dan relasi, bahkan facebook bisa menjadi teman curhat sehari – hari.

Anand Tilak, Head of Facebook Indonesia menyatakan jumlah pengguna aktif FB di Indonesia mencapai 69 juta orang tiap bulannya.

“Saat ini ada lebih dari 69 juta pengguna Facebook di indonesia yang aktif tiap bulannya, 61 juta di antaranya berasal dari gadget mobile,” kata Anand Tilak  saat acara jumpa media hari Senin (22/9/2014) di Jakarta.

Tingginya pengguna Facebook juga didukung oleh hasil survei yang dilakukan oleh TNS Insight Report. Menurut lembaga survei tersebut, Facebook masih memiliki penetrasi tertinggi dan penggna teringgi dibanding semua platform jejaring sosial di Indonesia.

Apabila Facebook di badingkan dengan jejaring Sosial lain, Facebook masih memiliki pangsa pasar 98 persen di Indonesia. Jejaring Sosial milik Google, Google Plus berada di peringkat dua dengan 54 persen pengguna yang aktif.

Sementara jejaring sosial 140 karakter, Twitter berada di peringkat tiga dengan capaian 44 persen. Menyusul di belakangnya adalah Yahoo Messenger (42 persen), WhatsApp (21 persen), WeChat (16 persen), Line (10 persen), Instagram (5 persen), dan Skype (4 persen).

Astiti Suhirman, Business Director TNS juga mengakui, masyarakat Indonesia lebih memilih mengakses Facebook daripada jejaring Sosial lainnya. “Masyarakat Indonesia mengakses Facebook jauh lebih sering dibanding dengan aktivitas online dan media tradisional lainnya,” kata Astiti Suhirman, Business Director TNS.***

Leave a Comment