Riau Rhythm Menguji Potensi Lokal di Kancah Global

Pekanbaru.co – Singapura – Hari pertama sepulang dari pertunjukan venue pertama Ethno-Contempo Music Tour 2014 “Jejak Suara Suvarnadvipa” di Outdoor Theatre, Esplanade Singapura 30-31 Agustus 2014, sebuah email masuk di inbox saya yang dikirim oleh Farah Amalia, Program Manager Esplanade. Isinya adalah review hasil penampilan kami berdasarkan survey Esplanade.

Singkatnya begini, ”…Saya telah mendapat feedback dari beberapa orang dan mereka semua suka akan music kumpulan RRCI. Namun, apa yang bisa membuat persembahannya lebih menarik adalah jika ada seseorang yang bisa bertutur dengan para audience untuk menerangkan dengan lebih lanjut dan clear lagi tentang latar belakang lagu-lagu yang dimainkan.”

Survey ini adalah salah satu feedback resmi Esplanade. Namun tidak sedikit feedback spontan yang muncul dari audiens usai menonton karya-karya terbaru Riau Rhythm. Misalnya hari pertama dua orang turis asal Canada dan Jerman yang tinggal di Jakarta dengan mata berkaca-kaca mengungkapkan bahwa “…saya sangat menikmati sajian karya-karya Riau Rhythm. Saya merasakan kehadiran nuansa musikal Turki, India, Japan, dan ini dikreasi dengan sangat indah, luar biasa…” kata Monica Seagel (42) dari Canada.

Senada dengan Ylongkha Maya (45) turis dari Jerman mengatakan sudah berjalan ke Myanmar, Turki, dan kini di Jakarta, malah saya menyaksikan musik ini di Singapura, “..I love it… I love it… I love it…, jika Riau Rhythm tampil di Jakarta 5 November nanti, saya akan mengajak semua teman saya untuk menonton.”

Pada hari kedua juga demikian. Hubert (56) turis dari London memborong 6 CD karya Riau Rhythm dan membandingkan gaya eksplorasi Riau Rhythm dengan Led Zeppelin ketika berkolaborasi dengan London Philharmonic. Sementara itu istrinya yang kelahiran Indonesia mengakatakan “…saya akan menyiapkan sebuah even agar Riau Rhythm dapat tampil di London,” kata Wati (50) menyambung Hubert. Respon audiens lokal juga tidak sedikit yang menyampaikan tanggapannya yang bernada positif. Inilah bentuk apresiasi kecil dari audiens dengan level global.

Apa yang dilakukan oleh Riau Rhythm ini sebetulnya adalah upaya mengomunikasikan potensi lokal berupa nyanyian dan ragam pola musik tradisi ke kancah Global. “Venue pertama di Singapura menjadi ajang gambling bagi karya terbaru Riau Rhythm, bagaimana penerimaan audiens adalah penentu keberhasilan,” kata Rino usai menampilkan karyanya di Esplanade.

Perjalanan Riau Rhythm pada Ethno-Contempo Music Tour 2014Jejak Suara Suvarnadvipa” baru saja dimulai. Setelah Singapura, Riau Rhythm akan melanjutkan tour dari Papua tanggal 12 September 2014 dan Makassar tanggal 16 September 2014. Kemudian dilanjutkan lagi pada bulan Oktober dan November 2014 di 6 kota di Jawa (Surabaya, Solo, Yogyakarta, bandung, Serang, dan Jakarta) dan Sumatera (Padang Panjang, Medan, dan Tanjung Balai Karimun).***

  • Written by Aristofani (@aristofani)
  • Photo by Roni Azhar (www.empistudio.pro / @9ballstraight)
Click Here to Leave a Comment Below 0 comments