Info CPNS 2014: Ingin Lolos Jadi PNS? Ini Pesan Pimpinan KemenPAN RB

Info CPNS 2014: Ingin Lolos & Jadi PNS ? Ini Dia Pesan Langsung Dari Pimpinan KemenPAN RB – Tes perdana CPNS 2014 sejatinya telah dilakukan pada hari Rabu atau tepatnya pada tanggal 20 Agustus 2014. Tes CPNS yang dilakukan kemarin serentak dilakukan di seluruh kota Indonesia.

Sekretaris Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birkorasi Negara (Kemempan RB) Tasdik Kinanti menghibau kepada calon – calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS tahun 2014 untuk mempersiapkan diri dengan sangat matang dari jauh – jauh hari. Hal tersebut diucapkan Tasdik dikarenakan tes CPNS 2014 sangat ketat dengan semua proses online.

“Kalau memang ingin menjadi aparatur sipil negara harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya supaya bisa berkompetisi dengan yang lain,” ungkap dia saat Launching Simulasi CAT Online Seleksi CPNS, Jakarta, Rabu (20/8/2014).

Baca Juga :

Tasdik juga menambahkan kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil 2014 mengerjakan dengan penuh percaya diri dan siap untuk mengerjakan ratusan soal – soal dalam Tes Kemampuan Dasar atau TKD serta Tes Kemampuan Bidang atau TKB.

“Jangan mengharapkan bantuan dari orang lain, itu mah masa lalu. Lebih baik belajar TKD dan TKB. Misalnya Tes Wawasan Kebangsaan juga Intelegensi Umum. Aparatur sipil jangan bodoh-bodoh banget lah tapi juga punya integritas,” tutur dia.

Tasdik sendiri mengaku bahwa pihaknya sering sekali menerima brondongan SMS atau pertanyaan seputar CPNS 2014. Hal itu dikarenakan calon PNS tersebut merasa jlimet dan pusing akan tes CPNS 2014 yang dianggapnya membuat pusing.

“Kenapa jelimet dan ribet tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, misalnya asal punya saudara di kementerian/lembaga pasti bisa jadi PNS. Nah itu semata-mata kebijakan kita untuk melakukan perubahan reformasi birokrasi termasuk manajemen aparatur negara ini,” sambungnya.

Berkaca pada fakta yang ada, Tasdik menyatakan masih banyak kelemahan reformasi birokrasi di Indonesia. Salah satunya tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) mulai dari kalangan bawah sampai pejabat selevel menteri, bupati dan walikota.

“Ini kondisi objektif. Jujur saja, pelayanan publik dari aparatur sipil negara ini. Sistem pelayanan belum efisien, masih ada persyaratan nggak jelas dan biaya besar, sama halnya dengan kinerja serta organisasi. Ini yang kita mau bersihkan dan benahi,” ucapnya.***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments