Mengantuk di Akhir Pekan? Beneran atau Sekedar Malas-malasan? Ini Bedanya!

Pekanbaru.co – Tidur di akhir pekan seakan-akan menjadi sebuah rutinitas yang hampir dilakukan setiap orang. Kebanyakan orang akan tidur dengan waktu yang lama daripada hari-hari biasanya, terlebih lagi di bulan puasa ini. Namun, perlu Anda ketahui, mengganti utang tidur dengan tidur yang berlebihan justru akan membuat tubuh menjadi lemas dan lesu.

Ketika tubuh sudah merasa lelah, ia akan mengirimkan sinyal mengantuk. Jadi, ketika akhir pecan Anda merasa ngantuk sudah saatnya tubuh perlu diistirahatkan.

Namun, Anda harus mengenali gejala mengantuk dalam diri Anda. Apakah itu untuk pemulihan atau sekedar bermalas-malasan. Kita dapat mengamatinya dengan melihat kondisi tidur dan bangun kita.

Jika tubuh tidur untuk proses pemulihan, tidur akan terasa sangat nyenyak dan bangun dalam kondisi yang segar. Namun sebaliknya, jika tidur hanya untuk bermalas-malasan, tubuh akan terasa lemas, semakin capek, dan tidak bugar. Bahkan kondisi mengantuk karena malas dapat mengakibatkan turunnya stamina tubuh seseorang, mudah masuk angin, badan menjadi pegal dan nyeri, pilek, dan batuk. Hal ini terjadi karena tidur yang bermalas-malasan justru akan memmbuat peredaran darah menjadi lebih lambat sehingga suplai oksigen berkurang.

Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat melakukan aktivitas yang menjadi hobi Anda, seperti membaca novel, menonton film, atau berbagai macam kegiatan lain yang membuat tubuh Anda aktif bergerak. Jika masih merasa ngantuk, Anda juga dapat mencari teman untuk ngobrol.

Untuk membedakan rasa ngantuk untuk pemulihan dan bermalas-malasan, Anda juga dapat mengetahuinya dengan melihat waktu porsi tidur Anda. Jika sehari-hari Anda sudah biasa tidur dalam 6-8 jam, maka tidak perlu mengganti waktu tidur lagi.

Namun sebaliknya, jika Anda tidur kurang dari waktu tersebut dan di akhir pecan Anda merasa mengantuk, maka segeralah tidur karena itu berfungsi sebagai proses pemulihan.***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments