Kenali Penyebab Sakit Perut Setelah Berbuka Puasa!

Pekanbaru.co – Puasa adalah momen yang sangat penting, khususnya untuk umat muslim. Sehingga kebanyakan orang mengistimewakan segala hal pada bulan suci ini, mulai dari makanan dan pakaian. Sebagai contoh, dapat kita lihat dari menu buka puasa yang terdiri dari berbagai macam makanan lezat dan istimewa yang biasanya jarang terhidang di meja makan pada hari-hari biasanya.

Dengan berbagai menu lezat di meja makan, momen buka puasa pun menjadi saat yang dinantikan, sehingga kebanyakan orang makan terlalu banyak. Bahkan, banyak orang yang mengeluh sakit perut setelah berbuka puasa. Apa penyebabnya?

  1. Makan berlebihan

Ketika berbuka puasa, sebaiknya berhenti makan sebelum kenyang atau makan secukupnya saja. Apabila kekenyangan, perut akan terasa penuh bahkan perih. Hal ini disebabkan kondisi perut yang semula kosong.

  1. Mengkonsumsi teh

Minum teh ketika berbuka sepertinya sudah menjadi suatu tradisi. Rasanya yang enak di perut membuat orang tidak menyadari bahwa teh juga dapat menyebabkan sakit perut. Hal ini terjadi karena kandungan asam dalam teh mengganggu pencernaan dan membuat bengah pada perut.

  1. Melonggarkan celana atau ikat pinggang

Kebanyakan orang akan melonggarkan celana dan ikat pinggangnya ketika perut mereka terasa penuh. Ternyata, hal ini tidak dibenarkan. Dengan melonggarkan celana dan ikat pinggang, justru pencernaan akan terhambat dan menyebabkan sakit perut.

  1. Mengkonsumsi buah

Makan buah setelah berbuka seakan menjadi pilihan yang tidak bisa terlewatkan. Padahal, terdapat beberapa macam buah yang memicu gas di dalam perut, sehingga menyebabkan terjadinya kembung. untuk itu, pilihlah buah yang benar-benar terbebas dari hal tersebut.

  1. Tidur

Tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan, terutama setelah berbuka puasa. Hal ini karena tidur dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada lambung dan pencernaan lain. Bahkan, diketahui dapat menyebabkan naiknya berat badan.

Untuk terhindar dari sakit perut, sebaiknya Anda menjaga pola makan dan kebiasaan yang dapat memicu timbulnya hal tersebut.

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments