Hindari Nafas Naga Ketika Berpuasa!

Pekanbaru.co – Bau mulut atau yang disebut juga dengan nafas naga seringkali menjadi salah satu permasalahan yang muncul ketika berpuasa. Hal ini dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang, terutama ketika berbicara dengan orang lain.
Bau mulut yang tidak sedap dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti :
• Mulut kekurangan cairan ludah (saliva) sehingga menyebabkan mulut mengalami kekeringan dan akhirnya menimbulkan bau.
• Bersarangnya sisa-sisa makanan dan bakteri dalam sela-sela gigi yang berlubang. Bakteri-bakteri tersebutlah yang menimbulkan bau pada mulut.
• Menderita sakit saluran pernapasan.
• Lidah yang kotor menjadi sarang bakteri sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.
Dengan mengetahui penyebab bau mulut diatas, kita dapat mencegah terjadinya bau mulut ketika berpuasa. Berikut ini beberapa tips mencegah bau mulut yang tidak sedap:
• Minum dan berkumur dengan teh hijau ketika sahur dan berbuka puasa.
• Menggosok gigi dan lidah secara bersih dan sempurna agar bakteri tidak mengendap dan bersarang di dalamnya.
• Menghindari makan makanan yang dapat memicu bau mulut, seperti jengkol, petai, dan durian.
• Banyak minum air putih (sebaiknya 8-10 gelas) ketika sahur dan berbuka. Dengan air putih yang cukup, maka produksi cairan ludah (sativa) akan meningkat, sehingga akan mengurangi risiko terjadinya kekeringan pada mulut.
• Hindari merokok selama sahur dan berbuka puasa, karena dengan merokok dapat menyebabkan bau mulut di siang harinya.
• Hindari mengkonsumsi makanan yang lengket, misalnya es krim, coklat, dan berbagai macam kue basah. Hal ini karena sisa-sisa makanan tersebut lebih mudah lengket, mengendap, dan sulit dibersihkan sehingga akan bersarang di gigi dan lidah.
• Jika perlu, gunakan obat kumur agar mulut Anda bersih sempurna.
Ingin puasa Anda bebas dari bau mulut? Perhatikan kesehatan gigi, lidah dan saluran pencernaan Anda, serta konsumsi makanan yang sehat ketika sahur dan berbuka.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments