AirAsia & TigerAir Mandala Hentikan Rute Pekanbaru-Medan, Pekanbaru-Jakarta dan Pekanbaru-Yogjakarta

Pekanbaru – Perusahaan biro perjalanan setempat menyatakan telah terjadi pengurangan sebanyak enam kali penerbangan pada rute domestik memasuki pertengahan tahun 2014 di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru karena kesulitan yang dialami maskapai.

“Enam penerbangan itu, tediri dari dua perusahaan yakni maskapai Tigerair Mandala dengan dua rute dan maskapai Airasia Indonesia satu rute,” ujar pegawai Mandiri Tour and Travel Budi di Pekanbaru, Selasa 1 Juli 2014.

Menurutnya, maskapai penerbangan Tigerair Mandala secara resmi menghentikan kegiatan operasional terhitung mulai 1 Juli 2014 karena tingginya biaya operasional pesawat khususnya biaya avtur akibat depresiasi terhadap rupiah.

Padahal maskapai itu memiliki dua rute penerbangan yang sehari-hari melayani masyarakat di Riau yakni Pekanbaru-Jakarta dan Pekanbaru-Yogjakarta pulang pergi satu kali setiap hari.

“Untuk Pekanbaru-Jakarta, masih banyak maskapai yang melayani penerbangan. Sedangkan rute Pekanbaru-Yogjakarta, belum ada maskapai di rute itu. Padahal peminatnya dari Riau banyak karena pertimbangan lebih efisien,” katanya.

Dia melanjutkan, kemudian Airasia Indonesia menutup operasinal untuk rute Pekanbaru-Medan pergi pulang satu hari sekali yang sebelumnya diterbangi dengan menggunakan pesawat jenis Airbus 320 berkapasitas 180 tempat duduk.

Penutupan tersebut terhitung tanggal 1 Juli 2014 dilakukan dengan alasan agar bisa efisiensi terhadap operasional pesawat di tengah ketatnya persaingan antarsesama maskapai pada satu rute penerbangan yang sama.

“Mandala ada dua rute pulang pergi, jadi otomatis empat kali penerbangan di Pekanbaru. Sedangkan Airasia satu rute atau dua kali penerbangan,” kata Budi yang selalu tongkrogi Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional SSK II Pekanbaru sebelumnya menyatakan, dalam lima bulan terakhir rata-rata penerbangan domestik dan internasional baik pesawat yang “take off” maupun “landing” ada sekitar 80 lebih, menjadi 70 penerbangan per hari.

“Sekarang tinggal 70 penerbangan. Jadi ada pengurangan antara 10 sampai 12 penerbangan dalam satu hari karena disebabkan banyak faktor. Kalau saya melihat potensinya sih masih tinggi,” ujar General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Arif Darmawan.

Menurutnya, dari sisi persaingan usaha sesama maskapai di Pekanbaru bisa saja terjadi, sedangkan dari sisi efisiensi mungkin saja terjadi karena banyak juga penerbangan denga rute Pekanbaru-Jakarta, dimana Jakarta sudah sangat padat.

“Makanya terjadi persaingan yang sangat tinggi, sehingga ada maskapai seperti Sriwijaya fokus untuk mengembankan Indonesia wilayah Timur,” ucapnya.***[ant]

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments