Grace of Monaco Dilarang Tayang di Monako

Film genre otobiografi yang diadaptasi dari kisah nyata antara Pangeran Rainier III Raja Monaco dan Istrinya Grace Kelly mendapat resistensi dari kalangan kerajaan Monaco.  Film ini dinyatakan dilarang ditayangkan pada bioskop di Monaco.

Meski mendapat tentangan dari kalangan ningrat Monaco, tapi film ini mendapat tempat tersendiri jagad sineas Amerika. Pasalnya Grace Kelly istri mendiang Raja Monaco Pangeran Rainier III tak lain adalah  mantan selebritis Hollywood.

Kisah cinta antara Pengeran penerus tahta Monaco dan  Grace Kelly ibarat cerita dongeng dari negeri kahyalan yang menjadi kenyataan. Namun asmara antara dua sejoli beda kasta ini sempat mendapatkan perhatian luas dari public Monaco dan Amerika Serikat.

Bahkan pernikahan antara Pangeran mahkota kerajaan Monako dan Grace Kelly dijuluki The Wedding of Century atau pernikahan paling akbar di abad ini. Setelah menikah dengan penerus tahta kerajaan Monako,  Grace Kelly mundur dari kegiatan perfilmanan Hollywood. Hidupnya di istana dihabiskan untuk mendampingi suami, menghadari berbagai acara kerajaan. Hingga sang suaminya naik tahta menjadi Raja Monako, praktis tak ada waktu lagi bermain film.  Dari pernikahan ini Grace Kelly dikarunai tiga anak : Putri Caroline, Pangeran Albert dan Putri Stephene.

Namun akhir hidup Grace Kelly sungguh malang, dia tiba-tiba terserang stroke saat mengendarai mobil bersama anaknya putri Stephanie. Mobilnya jatuh ke jurang, untung putrinya selamat, tapi Kelly terus tak sadarkan diri hingga kematian menjemputnya.

Kisah nyata  Grace Kelly kembali diangkat dalam layar kaca oleh stradara Olivier Dahan, dan skenario disusun Arash Amel.  Nicole Kidman ditunjuk mengisi perang Grace Kelly sedangkan Tim Roth memerankn Pangeran Rainier III.  Sedangkan pemeran pembantu ada Paz Vega, Parker Posey, Derek Jacoby.

Grace of Monaco justru ditentang sendiri dari kalangan Kerajaan Monaco. Putri Staphenie anak dari Grace Kelly sendiri, tak setuju film ini diputar di negerinya.  Staphanie beranggapan film tersebut isinya hanya menjelek-jelekan ayahnya saja. Tak seharus kisah itu diangkat menjadi film. Bahkan secara resmi pemerintah kerajaan Monaco melarang film ini beredar di bioskop Monaco.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments