Karyawan Kena Hepatitis, 5.000 Pelanggan Restoran Diperkirakan Tertular

Pekanbaru.co – Missouri, Amerika, sebuah restoran bernama Red Robin didapati mempunyai karyawan yang menderita penyakit menular, yaitu hepatitis A. Hal ini mengundang banyak simpati. Bagaimana tidak, sebuah restoran burger yang karyawannya menderita penyakit menular, bukankah pengunjung restoran juga berisiko tertular penyakit tersebut?

Penyakit hepatitis A adalah penyakit yang penularannya terjadi sangat mudah. Penyebarannya bisa dengan mudah terjadi melalui makanan atau air yang disentuh oleh penderita. Inilah yang membuat anggapan bahwa hepatitis akan sangat mudah tersebar apabila penderitanya bekerja di restoran atau rumah makan.

Padahal, restoran burger Red Robin bukan restoran biasa dengan sedikit pengunjung. Setidaknya ribuan orang dating menikmati makanan di restoran tersebut dalam jangka waktu beberapa hari saja. Akibatnya, 500 pelanggan yang baru-baru ini menikmati makanan di restoran tersebut diperkirakan tertular hepatitis yang berasal dari karyawan tersebut.

Sementara itu, seorang pelanggan restoran yang bernama Andrea Hall mengatakan bahwa hal ini membuatnya takut karena suaminya ikut sakit.

Untuk kasus hepatitis ringan, penanganan tidak dibutuhkan. Bahkan, mayoritas penderita dapat sembuh dengan sempurna tanpa adanya kerusakan hati permanen. Namun sebaliknya. Kasus hepatitis dengan infeksi parah bisa menyebabkan hati meradang, kerusakan hati, bahkan menyebabkan kematian.

Penyakit hepatitis A dapat dikenali dengan beberapa gejala, diantaranya mual, demam, perut terasa nyeri, warna urin berubah menjadi gelap, serta feses yang berwarna tanah. Menanggapi penyakit ini, WWHO menganjurkan untuk sering mencuci tangan.

Pekerja yang terjangkit hepatitis A tersebut sudah diberhentikan sejak 16 Mei oleh pihak restoran. Selain itu, departemen kesehatan setempat juga sudah menyatakan aman akan restoran tersebut. Pihak restoran menganjurkan para pelanggan mereka yang datang diantara tanggal 8-16 Mei untuk memeriksakan diri di departemen kesehatan. Akan tetapi, tetap saja hal ini membuat beberapa pihak tetap merasa cemas karena pekerja tersebut sudah bekerja berbulan-bulan sebelumnya.

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments