Hati-hati, Kekurangan Zat Besi Saat PMS Dapat Pengaruhi Emosi

Pekanbaru.co – Menjelang menstruasi, biasanya muncul berbagai gejala pada tubuh wanita yang disebut dengan Premenstrual syndrome atau PMS. Hal ini memicu perubahan emosi yang tidak stabil. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh. Namun, tidak semua wanita menyadari bahwa dirinya kekurangan zat besi.

Umumnya, kekurangan zat besi terjadi ketika wanita mengalami menstruasi berat. Padahal, zat besi merupakan bahan utama untuk membuat sel darah merah. Zat besi membuat hemoglobin substansi yang membuat sel darah merah mengedarkan sel darah merah ke seluruh jaringan tubuh.

Dokter spesialis gizi klinik dari FKUI/RSCM, Dr Inge Permadhi, MS, SpGK mengatakan bahwa wanita yang sedang PMS kadang jadi sensi dan mudah marah, itu perlu diperhatikan. Bisa jadi hal ini terjadi karena kekurangan zat besi.

Dr Inge menyebutkan bahwa pada sebuah penelitian taun 1991-2001 yang melibatkan 1.057 wanita dengan PMS ditemukan 30%-40% risiko lebih rendah terjadi PMS pada wanita yang mengkonsumsi zat besi heme daripada wanita yang mengkonsumsi zat besi non heme.

Zat besi heme adalah zat besi yang berasal dari daging hewan. Sementara zat besi non heme adalah zat besi dari sumber nabati seperti sayur dan kacang-kacangan.

Maka dari itu, cukupi kebutuhan zat besi dalam tubuh dengan menambah konsumsi ayam, daging merah, telur, ikan, dan sereal. Zat besi yang berupa sayur bayam juga perlu dikonsumsi sebagai zat besi non heme.

“Jangan lupa memenuhi asupan vitamin C. Bila dikonsumsi bersama dengan zat besi, zat besi akan menjadi semakin mudah untuk diserap tubuh,” terang dr Inge.

Berbagai sumber vitamin C yang baik untuk dikonsumsi oleh tubuh antara lain stroberi, jeruk, tomat, kentang, dan brokoli.

Selain itu, B9 dan asam folat juga berperan baik dalam membentuk sel darah merah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi. Sumber asam folat diantaranya adalah gandum utuh, kacang-kacangan, hati, dan sayuran hijau.

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments