Makin Cepat Kenali Gejala Autis, Makin Cepat Anak Kembali Normal

Pekanbaru.co – Autis yang dikenal sebagai gejala gangguan perkembangan pada anak seharusnya cepat di deteksi sehingga anak cepat mendapat penanganan yang tepat. Maka dari itu, orang tua harus peka dan menyadari terhadap keadaan anaknya. Namun, tidak sedikit orang tua yang tidak mengetahui gejala autis.

Dalam konferensi pers Autisme Awareness Month di Departemen Psikiatri RSCM/FKUI, Jl Kimia, Jakarta, pada Jumat (23/5), Dr dr Tjhin Wiguna, SpKJ(K) mengatakan bahwa terdapatnya gangguan perilaku maupun emosi yang terjadi pada anak harus diamati. Karena, perubahan semacam ini berhubungan erat dengan pertumbuhan anak, terlebih pada usia 3 tahun pertama atau yang disebut golden period. Semua keadaan yang menimbulkan masalah sangat rentan karena bisa menghambat maturasi pada otak anak.

Sementara itu, menurut staf Divisi Psikiatri Anak dan Remaja, Departemen Psikiatri RSCM/FKUI, pada gangguan autis terdapat dua kelompok besar gambaran klinis yang dapat diamati dengan jelas, yaitu aspek perilaku khas yang diulang-ulang dan komunikasi social.

Sementara itu, The U.S. National Institude of Neurological Disorders and Stroke menyebutkan ciri-ciri anak autis, yaitu:

  1. Anak autis cenderung selalu berekspresi datar, tidak tersenyum maupun tertawa.
  2. Tidak melakukan kontak mata dengan orang lain.
  3. Tidak menunjuk hal yang baginya menarik perhatian.
  4. Tidak memberikan respon ketika dipanggil, sebab ia mempunyai respon yang sangat lemah.
  5. Memiliki ketidakmampuan menyebutkan kata tunggal di umur 6 bulan bahkan cenderung tidak berceloteh hingga umur 1 tahun.
  6. Anak kurang terampil dan mempunyai masalah bahasa ketika ia menginjak usia balita.

Selain itu, hiperaktif dan hipoaktif pada input sensorik juga menjadi ciri anak autis yang sering kali nampak. Misalnya anak tahan pada rasa sakit yang mendera, namun ia takut pada suara.

Autis dapat disembuhkan tergantung pada beratnya gangguan yang diderita anak. Semakin cepat gejala autis pada anak di deteksi, semakin cepat pula penanganan yang diberikan, sehingga anak dapat tumbuh normal kembali.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments