Anak Cerdas Secara Akademis Cenderung Anti Sosial dan Suka Menyendiri?

Pekanbaru.co – Anak-anak dikenal dengan masa bermainnya yang sangat menyenangkan. Namun ternyata tidak semua anak-anak suka akan bermain. Sebagian anak-anak dengan kecerdasan akademis tinggi justru lebih suka menyendiri daripada bermain dengan teman-temannya.

Menanggapi hal ini, Anna Surti Ariani S.Psi, MSi, seorang psikolog anak dan remaja mengungkapkan bahwa hal semacam ini dapat terjadi walaupun tidak semua anak yang cerdas dan berprestasi dalam bidang akademis selalu menyendiri dan tidak mau bergaul atau bermain dengan teman-temannya.

Ia juga mengatakan bahwa anak yang seperti ini mempunyai kecerdasan dalam bidang akademik temasuk matematika, bahasa, dan visual spasial, namun mereka tidak unggul dalam bergaul dengan orang lain, dimana pergaulan termasuk kecerdasan interpersonal.

Dalam teori multiple intelligent, wanita yang sering dipanggil Nina ini menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis kecerdasan pada diri seseorang, yaitu kecerdasan akademik, kecerdasan eksistensial yang terkait kepercayaan diri, fisik, verbal, visual spasial, alam, intrapersonal dan interpersonal.

Agar anak mempunyai kecerdasan akademik maupun kecerdasan interpersonal, maka peran orang tua sangatlah penting. Orang tua harus merubah kebiasaan anak. Caranya dengan melibatkan anak tersebut ke berbagai kegiatan yang dapat memicunya untuk bersosialisasi dengan orang lain dan lingkungan.

Ketika anak berada di rumah, perbolehkan ia untuk keluar bermain dengan teman-teman sebayanya. Atau orang tua juga dapat mengundang teman sekolahnya untuk bermain di rumah, karena berbeda tempat tentunya juga berbeda interaksi.

“Yang mereka katakan di tempat berbeda tentunya tidak sama. Oleh karena itu dengan ini diharapkan kecerdasan anak baik itu interpersonal maupun akademis dua-duanya akan sama-sama bagus,” terang Nina.

Untuk itu, peran orang tua juga sangat diperlukan untuk membantu pembentukan kepribadian seorang anak. Dengan merubah kebiasaan anak, pola pikir dan interaksi anak akan dapat berubah sehingga dapat berinteraksi dengan lingkungan secara lebih baik.

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments