Kenali Kontraksi ‘Palsu’ Penyebab Nyeri Saat Hamil

Pekanbaru.co – Kehamilan adalah masa yang sangat rawan terhadap berbagai macam hal. Kebanyakan ibu hamil mengalami kontraksi ketika masa kehamilannya. Hal ini sangat wajar terjadi. Namun, banyak ibu hamil yang merasa khawatir karena kadang kontraksi yang mereka alami terjadi secara berlebihan. Pasalnya, hal ini menjadi pertanyaan, apakah kontraksi tersebut normal atau tidak.

Menanggapi hal tersebut, dr Hari Nugroho SpOG berpendapat bahwa pada dasarnya kontraksi yang dialami oleh ibu hamil dibedakan menjadi dua macam, yakni kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi persalinan palsu dan kontraksi asli yang menuju proses kelahiran.

Ia menjelaskan bahwa kontraksi persalinan palsu atau kontraksi Braxton Hicks mulai tejadi ketika kehamilan ibu mencapai usia 6 minggu dan tidak terjadi rutin, hanya sesekali dan tidak menyebabkan rasa nyeri.

Maka dari itu, kontraksi persalinan palsu sering kali tidak dirasakan oleh ibu hamil, dikatakan dr Hari. Pada saat usia kehamilan mencapai 20 minggu, ibu hamil barulah akan merasakan kontraksi persalinan palsu yang ditandai dengan ketegangan pada perut maupun rahim yang mengeras pada saat diraba.

Semakin lama, terjadinya kontraksi persalinan palsu akan semakin menguat, sampai kadang kontraksi menyebabkan rasa nyeri. Ketika ibu hamil sudah merasakan nyeri pada perutnya, dianjurkan untuk merubah posisi tidur dengan miring ke kiri atau kanan sampai merasa nyaman.

Dr Hari juga menambahkan bahwa sudah dilakukan perubahan posisi namun kontraksi yang terjadi semakin sering, timbul nyeri yang hebat dan kontraksi yang berpola, misalnya sekali dalam 10 menit, kemungkinan hal ini adalah pertanda akan terjadinya proses kelahiran.

Namun perlu diperhatikan, jika pada usia kandungan dibawah 37 minggu kontraksi sudah terjadi, dan berlanjut hingga timbul rasa nyeri, maka hal ini harus segera mendapat penanganan. Apabila tidak, maka akan berisiko terjadinya kelahiran secara prematur, demikian seperti yang dikatakan dr Hari, dokter praktik di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments