Ancaman 10 Tahun Penjara Untuk Penyebar Virus HIV di Uganda

Pekanbaru.co –HIV selalu menjadi virus yang mengkhawatirkan, terutama di Afrika. Seperti yang ditunjukkan data WHO, 70 persen penderita HIV di dunia berasal dari Afrika.

Dalam menanggapi hal ini, pemerintah Uganda memberlakukan hukum baru yang dinamai Undang-undang Pencegahan HIV dan AIDS, dengan tujuan untuk menekan angka penularan virus HIV.

Undang-undang tersebut menyatakan bahwa siapa yang dengan sengaja dan sadar menularkan HIV kepada orang lain baik dalam bentuk hubungan seks maupun penggunaan jarum suntik dan transfuse darah, akan memperoleh ancaman 10 tahun penjara.

Undang-Undang yang mulai berlaku pada Selasa (13/5) lalu juga memperbolehkan pekerja medis maupun para tenaga kesehatan untuk menyebarluaskan status seseorang yang terkena HIV dan AIDS walaupun tanpa adanya persetujuan dari orang tersebut.

Namun, dengan muncul dan berlakunya Undang-Undang ini para aktivis HIV-AIDS di Uganda mengecam keras hal ini. Mereka menyatakan bahwa dengan berlakunya hukum undang-undang ini akan membuat stigma negativ pada para Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) semakin menguat.

Salah satu aktivis grup advokasi HIV GAP, Asia Russel mengungkapkan bahwa hukum undang-undang ini justru akan membuat orang-orang takut untuk menjalani tes HIV. Padahal, seperti yang kita ketahui bahwa tes skrining sangat penting dilakukan dengan tujuan pasien dapat memperoleh pengobatan Antiretroviral.

“Undang-undang ini akan membuat orang merasa takut  melakukan skrining, menyebarkan diskriminasi maupun stigma negatif terhadap para pengidap HIV,” terang Russell seperti yang dikutip dari Reuters, pada Sabtu (17/5/2014).

Uganda adalah salah satu Negara dengan pengendalian HIV yang cukup sukses. Pada tahun 2000 mereka mampu menurunkan angka penyebaran hingga akhirnya mencapai 5 persen dari angka sebelumnya sebesar 18,5 persen pada tahun 1992.

Tapi, angka penyebaran ini meningkat setelah adanya pengumuman dari Kementerian Kesehatan Uganda bahwa kini angka penyebaran virus HIV mencapai 7,3 persen.

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments