Makan Dua Kali Sehari Lebih Efektif Atasi Diabetes Tipe 2

Pekanbaru.co – Untuk para penderita diabetes tipe 2 yang tengah menjalani diet, kini direkomendasikan untuk sering makan namun dalam jumlah kecil. Hal ini perlu dievalusi, karena menurut penelitian Institute for Clinical and Experimental Medicine (ICEM) di Praha menunjukkan bahwa makan dua kali dalam sehari, yaitu dengan sarapan pagi dan makan siang lebih efektif dalam mengendalikan diabetes tipe 2 ini.

Penelitian ini dilakukan dengan membagi relawan pengidap diabetes tipe 2 menjadi dua kelompok, dimana setiap kelompok terdiri atas 27 orang dengan usia 30-70 tahun.

Kelompok pertama menjalani pola diet dengan makan pagi (sarapan) dan makan siang. Awalnya mereka merasa takut akan lapar pada malam harinya, namun hal ini tidak terjadi karena mereka dapat makan sampai kenyang. Mereka makan diantara pukul 06.00-10.00 dan 12.00-16.00. Sementara itu, kelompok kedua menjalani diet dengan makan enam kali sehari.

Seorang anggota tim peneliti, Pippa Stephens, menjelaskan bahwa nilai kalori dalam dua jenis diet tersebut adalah sama, yaitu 1700 kalori untuk setiap harinya.

Hasilnya, berat badan relawan kelompok pertama mengalami penurunan hingga mencapai 1,4 kg lebih banyak dibanding kelompok kedua yang makan enam kali sehari. Lingkar pinggang relawan kelompok pertama pun berkurang hingga 4 cm daripada kelompok kedua.

Partisipan kelompok pertama yang khawatir akan merasa lapar pada malam hari ternyata tidak begitu mendera hal tersebut. Justru partisipan-partisipan kelompok kedua yang makan sebanyak enam kali dalam sehari merasa tidak puas. Hal ini cukup mengejutkan, seperti yang dijelaskan pimpinan tim peneliti dari Institute for Clinical and Experimental Medicine, Dr Hana Kahleova.

Kadar gula darah pada partisipan kelompok pertama juga mengalami penurunan yang signifikan sehingga sangat membantu mengatasi masalah diabetes ini. Dr Hana mengungkapkan bahwa pola diet ini dapat diterapkan bukan hanya untuk mereka yang menderita diabetes namun juga untuk orang-orang yang ingin menurunkan berat badannya walaupun tidak memiliki riwayat diabetes.

walaupun demikian, diperlukan penelitian yang lebih besar dan dalam periode yang lama untuk mendukung studi ini.

 

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments