Ingin Berlari Tidak Ngos-ngosan? Intip Tips Berikut

Pekanbaru.co – Lari adalah salah satu aktivitas olahraga yang membutuhkan berbagai kemampuan. Bukan hanya dipengaruhi keadaan kaki yang kuat, namun berlari juga dipengaruhi oleh kemampuan mengatur napas.

Ketika berlari, seluruh otot-otot tubuh membutuhkan asupan oksigen yang lebih. Sama halnya dengan paru-paru yang kinerjanya menjadi lebih kencang dan membutuhkan banyak energy. Maka dari itu, pengaturan napas yang baik dan benar sangat penting saat melakukan olahraga lari.

Ketika seseorang mengatur ritme pernapasannya dengan baik, maka berlari pun akan lebih efektif dan maksimal. Namun sebaliknya, jika ritme maupun pengaturan napas lainnya tidak baik, maka Anda akan mudah lelah bahkan ngos-ngosan.

Tips Pengaturan Napas Saat Berlari:

  1. Bernapas Menggunakan Mulut

Salah satu cara yang tepat ketika berlari adalah bernapas menggunakan mulut. Ketika Anda melakukan hal ini, asupan oksigen melalui mulut lebih banyak dan karbondioksida yang dikeluarkan pun juga demikian. Sedangkan bernapas dengan hidung akan membuat rahang dan wajah mengeras sehingga akan mudah lelah.

  1. Melakukan Pernapasan Perut

Apakah Anda bisa membedakan pernapasan dada dan perut? Untuk lebih jelasnya, Anda dapat terlentang dan bernapas. Jika dada Anda naik turun, berarti Anda melakukan pernapasan dada. Namun, jika hanya perut Anda yang mengembang, maka itulah yang disebut dengan pernapasan perut. Dengan melakukan pernapasan perut, Anda akan bernapas lebih panjang dan lebih efektif dalam berlari.

  1. Mengambil Napas Pendek-pendek

Atur ritme pernapasan Anda dengan pendek-pendek sehingga akan membuat lari Anda menjadi lebih lama. Ketika Anda mengambil napas panjang, biasanya akan mudah lelah dan ngos-ngosan.

  1. Mengatur Irama Napas

Irama napas adalah salah satu strategi yang banyak digunakan oleh para pelari. Irama napas disesuaikan dengan kondisi tubuh si pelari. Misalnya seorang pelari mengambil napas setiap dua langkah, sedangkan pelari lain mengambil napas setiap tiga langkah sekali.

  1. Mendengarkan Napas Anda

Ketika Anda bernapas, dengarkan napas Anda dengan telinga. Saat Anda mulai terengah-engah kurangi kecepatan berlari, namun ketika sudah stabil kembali tingkatkan kecepatan lari Anda secara bertahap.

 

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments