WHO Nyatakan MERS-CoV Belum Darurat Untuk Dunia

Pekanbaru.co – Virus korona yang semakin mewabah membuat resah semua pihak. Case Fatality Rate untuk penyakit tersebut sebanyak 32% yang dianggap cukup tinggi.

WHO pun mengambil tindakan dengan melakukan pertemuan darurat untuk membahas virus korona penyebab MERS ini. Prof Tjandra Yoga Aditama, seorang peserta WHO IHR Emergency Committee concerning MERS-CoV menyatakan bahwa rapat berlangsung selama 5 jam dan dilakukan dengan dengan teleconference.

Dalam rapat tersebut, WHO belum menetapkan kasus MERS yang disebabkan oleh virus korona tersebut sebagai keadaan darurat yang meresahkan dunia.

Selain itu, hasil rapat menunjukkan bahwa belum ditemukan adanya bukti ilmiah mengenai sustained human-to-human transmission (penularan secara langsung dari manusia ke manusia).

Prof Tjanda juga menyampaikan beberapa anjuran untuk para negara anggota WHO, yaitu:

  1. Melakukan perbaikan terhadap system pencegahan maupun penanggulangan infeksi pada berbagai fassilitas pelayanan kesehatan.
  2. Memulai serta meningkatkan investigasi dengan kritis, seperti serologi, penelitan case-control, penelitian pada hewan, dan lingkungan.
  3. Memberikan dukungan terhadap negara-negara yang rentan terhadap virus tersebut, terlebih untuk sub-Saharan Africa.
  4. Meningkatkan penyuluhan terkait jalannya komunikasi risiko secara aktif pada masyarakat luas, kelompok risiko tingggi, petugas kesehatan, maupun penentu kebijakan publik.
  5. Meningkatkan system identifikasi maupun penanganan terhadap pasien/ kasus serta lingkungan sekitarnya.
  6. Membuat anjuran dan pedoman terhadap pengumpulan massa yang banyak (mass gatherings) dengan tujuan mencegah penularan yang berkelanjutan dari MERS-CoV.
  7. Memperkuat intersectoral collaboration serta melakukan tukar menukar informasi dengan kementerian suatu negara, maupun dengan organisasi internasional seperti WHO, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), World Organization for Animal Health (OIE).

Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri belum mengurangi jumlah jamaah yang haji maupun umroh. Hal ini dilakukan karena pemerintah belum mempunyai landasan untuk menunda maupun mengurangi jamaah haji maupun umrah tersebut.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments