Alur Cerita Komik Naruto 676: Mimpi yang tak terbatas

Baca komik Naruto 676 bahasa Indonesia disini dengan tajuk ‘Mimpi yang tak terbatas’. Madara telah kembali dari dimensi lain. Namun ada sosok Obito bersamanya. Apakah Obito masih hidup dan berubah pikiran malah berpihak kepada Madara?

Kemunculan Madara dan sosok Obito membuat Naruto, Sasuke, Sakura dan Kakashi (Tim 7) bersiap. “Apakah kalian pikir jika mati bersama sebagai kerjasama tim juga,” tanya Madara.

Kakashi coba memperhatikan kedua mata Madara, hmm ternyata Madara telah mendapatkan keduanya mata Rinnegan. “Obito” teriak Naruto. “Sayangnya, Obito telah mati. Aku mengambil tubuhnya, rupanya dia ingin menebus kesalahan masa lalunya, jauh di dalam lubuk hatinya dia mengandalkan kalian untuk melanjutkannya, seperti anak-anak,” jelas Zetsu Hitam bersosok Obito disamping Madara.

Kemudian Madara memainkan matanya, entah apa yang akan dilakukannya dengan sepasang mata Rinnegan itu, melirik ke kanan, fokus pendangan lurus kedepan, dan melirik ke kiri. Sakura merasa mulai terdesak dengan gelagat Madara yang tak biasa itu.

“Tsunade-sama kurasa aku sudah terdesak,” Sakura pun menggunakan kekuatan yang diajarkan Tsunade. Hal tersebut dilakukan Sakura untuk mengalihkan perhatian Madara. Ketika hampir mendekati Madara menyambutnya dengan tusukan tongkat hitam rikudou.

Sebelum Sakura mendekati Madara, dirinya telah memprediksi apa yang akan dilakukan Sakura, analisa yang akurat. Serangan yang digunakan Sakura adalah serangan yang sama dengan yang digunakan cucu Hashirama Senju, hokage kelima Tsunade.

Namun serangan Sakura tersebut terhalang semcam tembok tak terlihat, sehingga serangan Sakura tak dapat menggapai Madara. Sasuke dengan cepat maju membantu, Sakura terlempar kebelakang dan diselamatkan Naruto.

“Naruto,” teriak Sasuke, “Ya, aku tahu! jumlah mereka bertambah,” jawab Naruto. Dan Sakura melihat mata kiri Sasuke adalah Rinnegan, hal tersebut cukup membuatnya kaget.

Kini Madara memiliki 4 bayangan yang berada disekelilingnya. Karena itulah serangan Sakura tak dapat mencapai Madara secara langsung.

“Sudah cukup main-mainnya,” ujar Madara dan terbang keatas dan tiba-tiba ia memgumpulkan bola cakra hitam. “Cibaku Tensei” yang dipersiapkan Madara. Naruto peringatkan teman-temannya, CIbaku Tensei ini lebih besar dari yang pernah dilakukan Nagato.

Kondisi yang semakin memburuk, membuat Gaara dan yang lainnya segera meninggalkan medan pertempuran. Bola-bola raksasa meluncur dengan cepat kearah Tim 7. “Jangan teralihkan karenanya, bayangan Madara ada disini,” Sasuke memperingati teman-temannya.

“Rintikan hujan ini akan sedikit keras dan lebih besar,” ujar Madara dari atas. “Mereka datang,” ujar Naruto, “Bayangannya juga,” kata Sasuke. Segera Naruto keluarkan Kage Bunshin, “Serahkan mereka padaku,” Naruto maju menyerang bayangan Madara. Dan Naruto juga sempat keluarkan Bijuudama Rasenganshuriken untuk menahan laju Cibaku Tensei.

Sementara itu Sasuke dengan Susanoo memporak-perandakan Cibaku Tensei, namun yang terjadi adalah bola-bola itu seperti tak ada habisnya. Hal tersebut membuat mereka kewalahan.

Disibukkan dengan serangan Madara yang tak habisnya, Naruto dan Sasuke tak tahu bahwa Madara yang berada diatas mereka mempersiapkan sesuatu.

Menurut apa yang tertulis pada Tugu Batu, ketika seseorang memiliki kekuatan perpindahan (Rinne) untuk mendekat ke bulan, mata yang mampu menciptakan impian tanpa batas (Infinite Dream) menjadi nyata, akan terbuka untuk merefleksikannya.

Madara membuka benda yang seperti ikat kepala dari jidatnya. Perlahan terlihat sebuah belahan ditengah jidatnya dan membuka seperti kelopak. Ya, itu adalah sebuah mata dan sangat persis seperti Rinnegan yang dimiliki Sasuke (Rinnegan dengan koma). Madara berhasil mewujudkan Infinite Tsukuyomi.

Selanjutnya, mimpi buruk akhirnya merekah..!! Apa yang akan Naruto lakukan dalam menghadapi Genjutsu yang menyelimuti dunia? Demikian kisah Naruto 676 dan bersambung ke chapter Naruto 677.***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments