Alur Cerita Komik Naruto 675: Impian Saat Ini

Setelah tertunda kini Naruto 675 telah terbit dengan tajuk Impian Saat ini. Madara behasil merebut mata kiri Kakashi, meski berhasil ditebas oleh Sasuke, namun Madara tetap bisa mengunakan Kamui menuju dimensi lain ketempat Obito dan Sakura berada.

Di dimensi lain itu Sakura bersiap-siap menghancurkan mata kiri Obito yang dikenal dengan Mata Rinnegan. Mata itulah yang akan diambil kembali oleh Madara.

Madara muncul dihadapan mereka berdua, Madara tak akan membiarkan Sakura menghancurkan mata Rinnegan yang diincarnya. Sebuah tongkat hitam meluncur dengan cepat dilemparkan Madara ke arah Sakura.

KAMUI!! Obito langsung mengirim Sakura kembali ketempat Naruto, Sasuke dan Kakashi berada. Melihat ada efek yang akan muncul dari dimensi lain, Sasuke dan Kakashi waspada.

Ya, Sakura berhasil diselamatkan oleh Obuti dengan Kamui. Tentu saja hal tersebut membuat teman-teman Sakura bertanya-tanya. Apa yang terjadi disana.

Sakura malah melihat hal aneh pada Kakashi, mata kirinya telah diambil Madara. “Guru Kakashi mata kirimu?” tanya Sakura kepada Kakashi. Sakura mencoba memberikan pertolongan pertama kepada mata Kakashi.

“Apa yang terjadi dengan Obito? Madara menuju dimensi lain menggunakan Kamui,” tanya Kakashi. Sakura menceritakan apa yang terjadi pada dimensi lain.

Obito sudah tak kuat lagi, dia sudah tak bisa bergerak, “Tolong hancurkan Rinnegan di mata kiriku,” pinta Obito. Pertehanan tubuh Obito melemah, dalam kondisi lemah tersebut maka Zetsu hitam dengan mudah mengambil alih tubuh Obito dan Rinnegan. Maka Zetsu Hitam akan memberikannya kepada Madara.

Jika Madara mendapatkan Rinnegan untuk mata kirinya, maka dua Rinnegan akan bersama dan kembali ke pemiliknya, tak kan ada yang bisa mengalahkannya, Rinnegan akan menunjukkan kekuatan sejatinya saat bersama. Cerita Obito pada Sakura.

Sampai disini cerita Sakura kepada Kakashi dan dia terkejut mengingat Madara telah berada di dimensi lain dan akan segera merampas Rinnegan dari Obito. “Kita dalam masalah, Obito tak bisa bergerak lagi, Madara akan mengambil Rinnegannya,” teriak Sakura.

Sementara di dimensi lain Madara dengan separuh bagian atas tubuhnya berhasil membuat Obito tak berkutik. “Segel kutukan yang kubuat di dalam hatimu sudah menghilang, bagaimana caramu melepaskannya? Kau tidak mungkin melukai dirimu sendiri,” tanya Madar kepada Obito.

“Aku meminta Kakashi menusuknya dan menyingkirkannya, itu terjadi saat aku mencoba menjadi jinchuriki juubi, aku mungkin sudah mati, tapi aku tak akan mengikuti perintahmu,” jawab Obito dalam keadaan lemah dan tak berdaya.

“Hahaha, kau melakukannya tepat seperti yang aku inginkan, tidak.. bahkan lebih,” mendengar pernyataan Madara membuat tanda tanya bagi Obito, “Apanya yang lucu?” tanya Obito.

Kemudian Madara menjelaskannya, “Itu adalah segel kutukan boneka, jika seseorang mencoba melepaskannya, itu akan menghentikan gerakan mereka, sayangnya kau mengetahui hal itu, untungnya karena segel yang kubuat padamu kau tak bisa melakukan bunuh diri, lagipula kau adalah bagian terpenting untukku, kebetulan yang menggelikan, bahwa kalian melepaskannya dengan cara yang sama,” Obito tersedar dari apa yang baru saja di katakan Madara. Kemudian Obito berujar “Rin..”

“Ya, membuatnya sebagai Jinchuriki Sanbi dan membuatnya menggila di Konoha adalah rencana pertamaku, bukan di desa Kabut, dia memanfaatkan serangan Kakashi pada musuh demi menghentikannya dengan mengorbankan nyawanya sendiri, itu juga bagian dari rencanaku untuk menarikmu ke sisi kegelapan dan membuatmu bekerja padaku,” terang Madara.

“Kau sengaja melakukannya??” tanya Obito pada Madara. “Aku memanfaatkan waktu saat Minato melakukan misi lain dan mengendalikan Shinobi Desa Kabut sehingga mereka menculik Rin meninggalkan Kakashi sendirian. Semuanya sudah terencana, itu juga agar kekuatanmu terlepas dan melihat seberapa kuat dirimu.”

Dengan pongah Madara lanjutkan ceritanya, “Apa kau pikir Zetsu Putih muncul dari tanah, dengan waktu yang tepat, untuk mengantarmu juga sebuah kebetulan?,” Madara lontarkan pertanyaan pada Obito.

“Fakta bahwa gadis itu mati ditangan Kakashi sangatlah sempurna. Jika tidak aku akan membuat Shinobi Boneka untuk membunuhnya. Sudah ku katakan bahwa untuk mengendalikan seseorang kau harus menggunakan kegelapan di hati mereka. Jika tidak ada, kau bisa membuatnya. Bukankah terlalu munafik jika kau pikir aku tak melakukannya padamu?” ujar Madara.

“Kenapa.. kenapa kau memilih ku…?” tanya Obito dalam keadaan tak berdaya. “Karena kau baik kepada orang lain dari hatimu yang terdalam. Kau baik kepada pengasuhmu juga kan?”

“Perasaanmu yang kuat, untuk Rin, demi rekanmu, demi Hokage dan demi Shinobi. Jika kau terjatuh sekali, itu akan langsung membuatmu sangat membenci dunia. Orang sepertimu masih memerlukan beberapa hal untuk menjadi seperti yang kuinginkan. Aku akan mengambil mata kiriku.” tambah Madara.

Sementara itu Naruto berhasil mengunci sosok Madara yang lain dan meluncur ketempat Sasuke, Sakura, Kakashi berada. “Madara bisa kembali kapan saja, tetaplah waspada,” ujar Sasuke. Naruto tiba disana, “Apa yang terjadi pada bayangan Madara?” tanya Sasuke. “Kuhadang dengan Kagebunshin dan Tongkat Rikudou,” kata Naruto.

Kemudian Naruto menyapa Sakura, “Hey Sakura-chan apa yang bisa kubantu,” ujar Naruto sambil menempelkan telapak tangan kanannya di mata kiri Kakashi yang barusaja terluka akibat matanya diambil Madara.

“Apa yang kau lakukan Naruto” tanya Sakura, “Sudahlah, lihat saja, Kakashi sensei coba buka matamu,” dan apa yang terjadi? Ya, mata kiri Kakasih kembali pulih dan bisa melihat.

Asik bercerita, Sasuke kembali mengingatkan tetaplah waspada, 1 tim berkumpul kembali, Kakasih sensei, Naruto, Sasuke dan Sakura. Kakasih memberikan motivasi agar tim 7 ini kembali solid dan yang terpenting adalah KERJASAMA.

Tak lama kemudian, tanda-tanda Madara kembali dari dimensi lain muncul dihadapan mereka. Bersambung, sekian cerota Naruto 675. Mari kita nantikan Naruto 676 minggu depan.***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments