Sekolah Witama Semarakan Riau World Dance Day 2014

Semangatnya teriakan musisi, bunyi gambus dan gendang serta kompang diiringi hentakan kaki dan suara sorak penonton menyelimuti Taman Budaya pada World Dance Day 29 April 2014 kemarin, pada saat itu semua penari dari Sumatera berkumpul, bukan hanya dari Riau, tapi dari Padangpanjang, Aceh pun tiba untuk menari di Taman Budaya.

Pada saat itu, Sekolah Witama memiliki 2 musisi yang tampil di acara World Dance Day, dengan tari yang berjudul Mambang Deo Deo Kayangan dari Sanggar Sembilu yang diketuai oleh Bapak Muslim S.Kar M.Sn dari Universitas Islam Riau.

Tari Kontemporer yang berisi 7 orang penari, dan 10 musisi tradisional. Tari ini bercerita tentang cara pengobatan tradisional di Pekanbaru yang mana Dukun memanggil roh roh halus untuk menyembuhkan yang sakit.

Penari dan Musisi yang menari di adalah guru guru kesenian di Sekolah Witama, dimana Miss Yusi Setiawati mengajar seni tari tradisional, modern dan kontemporer sementara Pak Iskandar mengajarkan seni musik dimana kemampuan musiknya termasuk musik tradisional sampe modern.

“Persiapan tari ini membutuhkan banyak olah tubuh, saya sempat merasakan hawa mistis selama proses penggarapan tari juga, namun saya merasa lega acaranya sudah selesai meskipun belum puas, karena menurut saya sebuah karya seni itu tidak ada yang sempurna, saya juga berharap kedepannya para siswa dan siswa di Witama akan lebih antusias terhadap kesenian lokal.” Ujar Miss Yusi Setiawati yang juga merupakan Penari 5 besar Parade Tari Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah 2006 ini.

Sekolah Witama mengerti bahwa seniman juga harus terus berkarya meskipun telah menjadi guru yang mengajar anak anaknya. Kedepannya Sekolah Witama akan terus menggarap karya seni baik dari pihak guru maupun murid.***[rls]

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments