Mark Zuckerberg Dicap Zionis, Iran Blokir WhatsApp

WhatsApp dibesut oleh Jan Koum, seorang imigran asal Ukraina. Tahun ini, aplikasi pesan instan itu diakuisisi Facebook yang diciptakan oleh Mark Zuckerberg, warga negara Amerika Serikat tulen yang kebetulan seorang Yahudi. Dicap Zionis, WhatsApp diblokir di Iran. Apa alasannya?

Dinilai sebagai Zionis Amerika, itu alasan utama mengapa Iran lakukan pemblokiran. Komite Kriminal dan Internet Iran menilai jika perusahaan Mark Zuckerberg miliki potensi untuk mencuri informasi data pengguna Iran.

Asumsi ini tentu saja cukup mengherankan. Namun, ketika mereka miliki paradigma tertentu akan sebuah keyakinan, memang tak bisa diintervensi. Akan tetapi, jika alasannya adalah perihal Zionis, tentu sangat berbeda jika dibanding kasus pemblokiran serupa yang terjadi di sejumlah negara lain.

Turki misalnya, beberapa waktu lalu lakukan pemblokiran pada Twitter dan Youtube terkait aksi gaduhnya netizen negara di perbatasan Asia Eropa itu yang mengkritik PM mereka. Di China, media sosial populer sempat diblokir akibat rasa was-wasa pemerintah atas potensi gejolak warga lewat social media yang diposisikan sebagai media propaganda.

Sedangkan di Iran, satu anggota Komite Kriminal dan Internet menyebut jika WhatsApp kini telah dimiliki Facebook yang mana miliki bos seorang Zionis, Mark Zuckerberg. Seorang keturunan Yahudi yang dinilai miliki kepentingan dan mengancam mencuri informasi pengguna di Iran.

Di negeri “Persia” itu, regulasi internet memang sangat ketat. Iran bahkan mewajibkan aturan berupa “Halal Net” yang menuntut konten internet di negeri tersebut harus miliki sertifikat halal. Jika Iran pakai alasan sentimen non-Yahudi, mungkin bisa diterima.

Misalkan saja WhatsApp dikhawatirkan menggunakan data pengguna guna keperluan iklan pasca diakuisisi Facebook. Alasan ini juga diapungkan sejumlah pengguna setelah aksi akuisisi. Imbasnya, tidak sedikit pengguna WhatsApp yang berduyun-duyun migrasi ke aplikasi lain. Telegram salah satunya.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments