Kesemutan Gejala Diabetes?

Pekanbaru.co – Kesemutan atau yang disebut dengan parestesia adalah suatu sensasi dimana bagian tubuh tertentu mengalami mati rasa, terbakar, tertusuk-tusuk, dan seperti digerayangi ratusan semut. Ketika seseorang mengalami kesemutan, ia tidak akan merasakan apapun ketika disentuh maupun menyentuh. Biasanya kesemutan berlangsung singkat dan terjadi di tangan maupun kaki. Banyak orang yang menganggap remeh hal ini. Padahal, kesemutan yang berlangsung dalam jangka waktu lama bisa menjadi tanda adanya penyakit dalam tubuh.

Kesemutan dapat terjadi karena berbagai macam hal, seperti posisi duduk dan jongkok yang terlalu lama, atau dapat pula disebabkan oleh penyakit. Salah satu penyakit yang menimbulkan kesemutan adalah diabetes mellitus. Diabetes miliitus atau kencing manis terjadi karena adanya gangguan pada aliran darah dan fungsi saraf yang mengakibatkan gejala kesemutan.

Apabila kesemutan ini dibiarkan secara terus menemus, maka lama kelamaan akan meningkat dan menjadi baal. Apabila baal juga diabaikan maka terjadilah hilang rasa sama sekali atau yang disebut dengan Anaesthesia.

Gejala tersebut adalah gejala seorang penderita diabetes/ kencing manis yang sudah terjangkit agak lama. Gejala seperti ini adalah gejala minor yang hanya dialami 45% dari keseluruhan penderita.

Keluhan semacam ini akan terus memberat sehingga menyebabkan kaki kram dan sangat nyeri apabila digerakkan. Bahkan dapat menyebabkan kelemahan pada organ tersebut.

Apa hubungan antara kesemutan dengan diabetes?

Kesemutan terjadi karena adanya gangguan saraf tepi yang disebabkan tingginya kadar gula darah yang melebihi batas normal. Selain itu, diabetes juga merusak pembuluh darah kecil pemasok saraf di kaki maupun tangan.

Untuk menanggulanginya, dapat dilakukan dengan melakukan control gula darah dan menerapkan pola makan dan hidup sehat.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments