Twitter Miliki 1 Miliar Pengguna, Tapi …

Miliki ratusan juta pengguna itu tak cukup. Demikian pertimbangan analis dan investor tatkala menanggapi laporan kuangan Twitter kuartal pertama tahun ini. Turut pula beberkan jumlah pengguna, user Twitter nyantol di kisaran 255 juta pengguna aktif. Monthly active users Twitter dinilai masih sangat rendah.

Bagi sebuah produk mainstream, jumlah tersebut belum dirasa memuaskan. Relatif kecil, tidak cukup baik untuk buat para investor senang. Imbasnya, saham Twitter (TWTR) sempat turun drastis. Miliki pandangan lain, Twitter ingin melihat dari prespektif yang berbeda. Milirik jumlah perangkat, jumlah pengguna bisa dimaksimalkan lewat jaringan iklan (mobile).

Iklan seluler

Jaringan iklan mobile MoPub, diakuisisi Twitter beberapa waktu yang lalu. Dipinang di harga USD 350 juta, ada segudang mimpi yang diretas selain untuk menggenjot pendapatan. MoPub dipercaya untuk alirkan iklan ke aplikasi perangkat bergerak, yang mana dengan MoPub, Twitter bakal miliki jaringan iklan sendiri.

Pasca akuisisi, Twitter konon telah siapkan 14 format iklan baru. Bisa jadi, slot iklan ini muncul juga dari brainstroming bersama MoPub. Di timeline pengguna, iklan bersliweran yang berkamufalse dalam sejumlah kemasan. Dulu hanya dijumpai Promoted Tweet atau Account, kini kehadirannya beragam dalam pelbagai rupa.

Kembali ke jumlah perangkat, CEO Twitter Dick Costolo menyebut jika ada lebih dari satu miliar jumlah device Android dan iOS. Angka tersebut adalah peluang besar bagi MoPub masuk menggarap iklan seluler. Apakah ini yang dimaksud dengan satu miliar pengguna?

Skala dan keterlibatan

CEO berkepala plontos itu juga berujar jika pemasar selama ini mencari dua hal: skala dan keterlibatan. Terkait skala, ada ribuan aplikasi yang memanfaatkan MoPub untuk men-drive iklan seluler mereka. Sedangkan keterlibatan, sejumlah aplikasi itu mengalir ke lebih dari satu miliar perangkat.

Chris Sacca, satu pemegang saham institusional terbesar di Twitter juga senada dengan sang CEO. Menurutnya, dengan MoPub, dan pengiklan datang ke Twitter, maka mereka akan berhadapan dengan satu miliar pengguna di iOS dan Android.

“Itulah AdSense, bisnis senilai USD 12,7 miliar milik Google,” ujarnya pada CNBC.

Tak tergantung jumlah pengguna

Desember tahun lalu, Peter Kafka dari Re/Code memprediksi jika hal ini bakal terjadi. Twitter miliki “jaring pengaman” yang akan buat para eksekutifnya nyaman. Jika microblogging tersebut tak mampu menjadi produk mainstream – pertumbuhan pengguna melambat – MoPub tawarkan solusinya. Sehingga, Twitter tetap peroleh pendapatan signifikan yang tak tergantung dari jumlah pengguna.

Bahkan, analis berpendapat, dengan MoPub, Twitter miliki potensi bakal jadi jaringan iklan seluler besar. Jika itu benar, maka akan sangat berbeda dengan Facebook yang selama ini berhasil jadi produk mainstream dengan jumlah pengguna luar biasa.

Apapun rencana Twitter dengan MoPub, fakta jumlah pengguna mereka minim tak bisa dibantah. Meski miliki nilai kapitalisasi pasar USD 22 miliar, namun publik tidak melihat itu. Yang mereka tahu hanya layanan dan kenyamanan yang diberikan. Tapi, jika melihat Twitter kian sibuk dengan “mainan iklan” barunya, sepertinya bukan inovasi fitur saja yang bakal digenjot. Fokus mereka seakan terpecah dan juga akan konsentrasi dengan layanan iklan tersebut.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments