Olahraga Dapat Sebabkan Kematian? Ini Alasannya!

Pekanbaru.co – Kita sering mendengar kasus kematian yang terjadi setelah berolahraga, seperti yang terjadi pada Komandan Pusat Kesenjataan Infantri (Pussenif) Komando Diklat (Kodiklat) TNI AD Mayjen I Made Agra Sudiantara, Adjie Massaid, Benyamin S, Burhanudidin Napitupul, dan Basuki. Mungkin hal ini terdengar sedikit aneh. Bukankah olahraga bertujuan untuk menyehatkan? Mengapa olahraga malah menyebabkan kematian?

Penyebab umum terjadinya kematian saat maupun setelah berolahraga adalah penyakit jantung, terutama kematian jantung mendadak atau sudden cardiac death (SCD). Hal ini dipicu oleh pengeluaran intensitas energi yang terlalu besar saat olahraga dan dalam waktu yang lama. Terlebih lagi jika sebelumnya kurang olahraga dan secara tiba-tiba melakukan olahraga yang berat.

Diketahui olahraga seperti basket, berenang, sepak bola, bisbol, dan tenis mempunyai intensitas tinggi terhadap kematian jantung mendadak. Lalu, apa sebenarnya kematian jantung mendadak itu?

Kematian jantung mendadak (sudden cardiac death) adalah berhentinya fungsi jantung sebagai akibat dari masalah ‘listrik’ jantung. Hal ini terjadi karena terjadinya hubungan arus pendek sinyal-sinyal listrik pengendali kemampuan jantung untuk memompa. Jantung dapat berdetak dengan sangat cepat secara tiba-tiba dan menyebabkan ventrikel tidak memompa darah secara koordinasi, namun malah bergetar dan berdebar. Inilah yang disebut dengan fibrilasi bentrikel.

Fibrilasi ventrikel membuat gerakan memompa pada jantung menjadi terganggu, sehingga aliran darah menuju seluruh tubuh menjadi terhenti. Ketika hal ini terjadi, orang akan tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Biasanya, dalam beberapa menit orang yang terkena kematian jantung mendadak akan meninggal jika tidak segera ditolong dengan kejutan dari defibrillator otomatis atau CPR.

Kematian jantung mendadak berbeda dengan serangan jantung, walaupun kinerja jantung sama-sama akan terhenti dan menyebabkan kematian. Namun, serangan jantung juga dapat memicu kematian jantung mendadak, karena serangan jantung memicu kerusakan listrik pada jantung.

Kematian jantung mendadak juga tidak memperlihatkan adanya gejala sebelum terjadi. Penyakit jantung ini dapat menyerang siapa pun, bahkan kepada orang yang sehat tanpa adanya riwayat penyakit jantung. Untuk itu, dianjurkan bagi Anda, khususnya yang menderita atau yang mempunyai keturunan penyakit jantung untuk berolahraga ringan secara rutin. Terlalu memfokuskan diri untuk berolahraga juga bukan hal yang baik.

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments