Indonesia Waspada Virus Korona!

Virus korona atau MERS adalah penyakit yang disebabkan virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) yang kini sangat diwaspadai penyebarannya. Bukan hanya jamaah haji di Arab Saudi, namun warga Indonesia juga mulai waspada terhadap penularan virus ini.

Virus yang diduga mirip dengan SARS ini sangat cepat penyebarannya, terutama dalam menyerang paru-paru. Gejalanya mirip dengan gejala flu, yaitu bersin, batuk, dan demam tinggi. Virus yang menyerang saluran pernapasan ini telah menyebar luas di wilayah Arab Saudi, dan diduga berpusat di Riyadh. Peningkatan penyebaran virus ini semakin dikhawatirkan berbagai pihak. Bahkan baru-baru ini lima orang meninggal akibat virus tersebut, sehingga jumlah orang yang tewas bertambah menjadi 92 orang di negara Arab.

Diungkap dari Kementrian Kesehatan Arab, bahwa sudah lebih dari 300 warga di Arab yang terjangkit virus korona ini.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memantau perkembangan virus MERS ini. Untuk saat ini WHO belum melakukan pembatasan perjalanan dalam bentuk apapun dan kemanapun. Hal ini dikarenakan belum jelasnya pola penyebaran virus dan belum adanya kasus baru. Terlebih lagi hingga saat ini belum ada petugas kesehatan yang tertular. Jadi, sejauh ini belum terdapat bukti bahwa virus ini menular antar manusia.

Menkes Indonesia juga tidak mengeluarkan surat larangan bepergian ke Arab terkait virus korona ini. Meskipun pemerintah tidak melakukan vaksinasi karena memang belum ada untuk penyakit ini, namun pemerintah telah melakukan sosialisasi intensif terhadap para calon haji untuk mengantisipasi tertularnya virus tersebut.

“Sampai sekarang kami benar-benar menyiapkan agar calon jamaah haji dalam kondisi prima dan siap ketika berangkat haji,” terang Menkes.

Mengingat penyebaran virus korona yang begitu cepat, warga yang bepergian ke Arab dihimbau untuk mengenakan masker dan selalu mencuci tangan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Menghindari orang yang terjangkit virus ini juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi penularan.

Hingga saat ini (WHO) telah mencatat 80 infeksi MERS-Cov kasus dengan 44 kematian di dunia.

 

 

 

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments