Pilih Persalinan Caesar? Risiko Lebih Besar!

Persalinan caesar sudah bukan hal asing lagi dikalangan masyarakat, khususnya ibu hamil. Bahkan banyak ibu hamil yang lebih memilih persalinan caesar dibandingkan persalinan normal dengan berbagai alasan, seperti lebih aman, nyaman dan efisien. Bahkan tak sedikit pula yang beralasan bahwa dengan persalinan caesar mereka dapat menentukan hari, tanggal, dan jam kelahiran anak mereka.

Padahal, persalinan caesar jauh lebih berisiko daripada persalinan normal. Hal ini dapat terlihat dari rasa nyeri yang ditimbulkan pasca operasi caesar. Memang, sebelumnya ibu hamil tidak merasakan rasa nyeri akibat kontraksi rahim seperti yang di alami ibu hamil yang melakukan persalinan normal. Namun, akibat luka sayatan pada kulit perut dan rahim menyebabkan rasa nyeri yang lebih berat pasca operasi caesar.

Umumnya, rasa nyeri pada operasi bisa diatasi dengan memberikan obat bius. Namun, ternyata rasa nyeri pasca operasi caesar cukup hebat akibat luka sayatan yang ditimbulkan. Maka, tak heran bila ibu yang melahirkan secara caesar lebih sering memakai obat anti nyeri daripada ibu yang melahirkan normal. Bahkan, luka sayatan akibat operasi caesar dapat menyebabkan infeksi. Hal ini dikarenakan pada luka sayatan persalinan caesar lebih besar dan berlapis-lapis, sehingga sangat mudah terkena infeksi kuman.

Pada kelahiran normal, luka yang terjadi sangatlah minim, sehingga rasa nyeri hanya akan timbul pada saat persalinan berlangsung. Sementara persalinan caesar meninggalkan luka sayatan yang membuat rasa nyeri pasca operasi.

Selain itu, risiko terjadinya infeksi rahim juga sangat besar. Hal ini dapat terjadi karena ibu yang melakukan persalinan telah terinfeksi sebelumnya, seperti mengalami pecah ketuban. Sehingga, ketika dilakukan operasi caesar, rahim pun menjadi terinfeksi. Terlebih lagi jika antibiotic yang dipakai tidak cukup kuat.

Pendarahan yang terjadi pada persalinan caesar pun lebih berat, sehingga perlu adanya transfusi darah, bahkan dapat menyebabkan anemia pada sang ibu.

Tidak hanya itu saja, persalinan caesar dapat menimbulkan masalah baru dalam tubuh sang ibu, seperti melemahnya fungsi kandung kemih, usus besar, otot V rahim, dan lebih berisiko terhadap terjadinya pembentukan bekuan darah di kaki dan panggul.

Oleh karena itu, sebaiknya persalinan caesar hanya dilakukan jika persalinan normal membahayakan ibu dan bayinya.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments