Pakai Tizen, Samsung & Android Bakal ‘Cerai’?

Pada perhelatan Mobile World Congress 2014 beberapa waktu lalu, Samsung luncurkan Galaxy Gear 2, wearable device mereka yang gunakan “nyawa” tak biasa. Bukan Android – seperti di Galaxy Gear generasi pertama – namun Tizen.

Dari pengadopsian OS “tak lazim” itu tanda-tanda Samsung berani “membangkang” mulai tersibak. Seakan, vendor ponsel asal Korea itu tidak sudi lagi untuk miliki ketergantungan pada OS milik Google nan populer itu.

Tizen sendiri dikembangkan oleh sejumlah perusahaan dan developer mulai Linux Foundation, Tizen Association, Intel, dan tentu saja Samsung. Bersifat terbuka atau open source, sistem operasi Tizen berbasis Linux dan pertama kali menyapa dunia pada 5 Januari 2012.

OS ini tidak menyasar pada perangkat smartphone saja. Tizen juga mampu dibenamkan ke PC, tablet, GPS smartnav, Smart TV, serta wearable computing. Bahkan, selain di Galaxy Gear 2, kabarnya Samsung telah menyiapkan ponsel Tizen mereka yakni Samsung ZEQ 9000. Apakah Samsung dan Android bakal benar-benar bercerai?

Samsung jadi “sekutu” yang baik bagi Google. Keduanya jalin perjanjian lisensi silang yang disinyalir bagian strategi Google untuk mengurung ruang gerak Samsung di ekosistem platform.

Pihak Samsung berujar jika mereka telah bermitra dengan operator telekomunikasi untuk memungkinkan debut Tizen. Namun, kondisi pasar yang tidak bersahabat urung memungkinkan niatan tersebut.

Samsung ZEQ 9000

Samsung ZEQ 9000 (wordpress.com)

Setidaknya hingga akhir kuartal kedua tahun ini Samsung telah siapkan dua model ponsel Tizen. Namun, strategi itu tak mudah. Setidaknya tingkat penjualan ponsel Tizen harus capai 15% dari total pangapalan device Samsung. Itu standar penilaian untuk men-judge sebuah platform sukses atau tidak.

Meski demikian, Samsung mengakui jika masih mengandalkan Android sebagai strategi bisnis utama mereka. Buktinya, meski Galaxy Gear 2 gunakan Tizen, di akhir tahun 2014 nanti mereka akan melepas jam tangan pintar baru berbasis Android.

Jadi partner yang baik, Samsung dan Google sejatinya bersaing ketat di ranah platform. Melihat gelagat Samsung yang tak malu-malu lagi gunakan Tizen, ini bisa jadi indikator jika di masa depan bukan tak mungkin antara Samsung dan Android bakal benar-benar “pisah ranjang” dan pede seperti iPhone atau Blackberry yang usung OS sendiri.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments