Tifatul Sembiring : Sebelum XL Akuisisi Axis Sempat Ditawar Telkomsel

Menurut Tifatul Sembiring Menteri Informasi dan Komunikasi  mengatakan bahwa sebelum PT XL Axiata Tbk memborong saham mayoritas  Saudi Telecom Company (STC) pemilih perusahan telekomunikasi Axis.  Ternyatakan Axis sempat dia tawarkan kepada PT Telekomunikasi Seluler / Telkomsel.  Namun ternyata tawaran tersebut ditampik  oleh pihak Telkomsel dengan alasan bahwa nilai akusisi terlalu besar.

Menteri Menkominfo menambahkan harga akuisisi pada waktu itu sebesar Rp 17 trilyun. Bahkan tawaran itu dia sampaikan langsung kepada Komisi I DPR RI dalam rapat kerja.

Ternyata tawaran itu diterima oleh PT XL Axiata Tbk, setelah melalui tawar menawar akhirnya kedua belah pihak   deal dengan nilai transaksi  US$ 865 juta.

Metode pembayaran nilai akuisisi  sebesar  US$ 500 juta, pihak XL  meminjam dana dari kantor pusat XL Axiata yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Sedangkan sisanya 365 juta dollar AS dari sumber pinjaman tiga bank ( Bank DBS, Bank of Tokyo Mitsubishi, UOB )

Sedangkan dalam  proses transaksi pembayaran akuisisi ini penasehat finansial dipasrahkan kepada Merrill Lynch (Singapore) Pte. Ltd. (Bank of America Merrill Lynch).

Menurut menteri dari Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan setelah proses finalisasi pembayaran akuisisi selesai. Maka frekwensi XL di 1.800 MHz bertambah menjadi 22,5 MHz. Sedangkan di frekuensi 2.100 MHz (3G), lebar pita XL jadi 15 MHz karena ditarik 10 MHz Menkominfo selaku pemangku otoritas.

Pasca akuisisi, XL bakal mempertahankan brand Axis dengan menggenjot pelayanan supaya bisa meningkatkan jumlah konsumen. Selain itu untuk rencana jangka panjang secara bertahap pelanggan Axis akan menjadi pelanggan XL.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments