Nilai VO2 MAX Pemain PSPS Pekanbaru Masih Dibawah Standar

Nilai VO2 MAX para pemain PSPS Pekanbaru belum memuaskan, rata-rata masih dibawah standar. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan tes balke oleh jajaran pelatih PSPS di Stadion Mini Universitas Riau, Jumat (7/3/2014). Hasil tes balke hamir semua nilai VO2 MAX pemain PSPS dibawah standar.

“Tadi pagi, Jumat (7/3) pemain PSPS menjalani tes fisik. Baik itu yang sudah kontrak, maupun bagi yang masih menjalani seleksi. Tes fisik itu, berupa tes balke dengan lari selama 15 menit. Tes balke ini dilakukan, untuk mengetahu nilai VO2 MAX dari pada masing-masing pemain,” kata Philep Hansen Mariamis, pelatih PSPS Pekanbaru kepada pewarta.

Dari tes balke itu bisa diketahu volume maksimal O2 yang telah diproses tubuh di saat melakukan kegiatan intensif. Menghadapi Divisi Utama, PSPS membutuhkan pemain VO2 MAX tinggi. “Seorang pemain harus memiliki VO2 MAX dengan nilai 55. Namun, dari hasil tes VO2 MAX pemain PSPS hanya mencapai 50 atau dibawah standar,” ujar mantan pemain PSPS ini.

Pemain sepak bola dituntut VO2 MAX yang tinggi. Supaya bisa berlari konstan di sepanjang pertandingan 2 x 45 menit. Nilai VO2 MAX yang tinggi juga harus dibarengi skil yang mumpuni. Maka PSPS Pekanbaru sangat membutuhkan pemain yang miliki nilai VO2 MAX minimal diatas standar. Serta juga harus memilik skil pengolahan bola.

Dari hasil tes balke, diketahui nilai VO2 MAX pemain PSPS dengan nilai rata-rata 50. Nilai VO2 MAX tertinggi di PSPS mencapai nilai 56,30 yang dimiliki oleh Firman. Diikuti oleh Amril (55) dan Novrianto (53).***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments