Twitter Contek Desain Facebook, Aksi Balas Dendam?

Twitter belum lama ini telah lakukan uji coba desain baru situsnya ke sejumlah pengguna terbatas. Otak-atik layout website bukan sebuah hal yang luar biasa. Twitter kerap lakukan itu. Namun, ada yang berbeda dengan desain baru tersebut.

Pertama kali melihat, langsung fikiran saya tertuju pada laman Facebook Timeline. Ada cover foto memanjang persegi dengan foto profil yang tersemat di pojok sebelah kiri. Di bawah cover foto, tertera informasi akun pengguna mulai jumlah follower hingga jumlah tweets. Itu yang pertama.

Kedua, soal post atau tweet yang ditampilkan. Kini, tak lagi berupa list memanjang vertikal, namun grid laiknya Pinterest atau Google Plus. Nah, apa yang sesungguhnya difikirkan Twitter terkait desain barunya itu?

Impas

Adalah Matt Petronzio, asisten editor situs Mashable yang pertama kali melihat ‘penampakan’ layout baru tersebut. Bisa jadi, Twitter sengaja menyasar ke akun Matt sebab ia adalah pewarta di media ternama. Pasti setelah Matt melihat laman profilnya berubah dia langsung mengabarkan ke dunia.

Jika bicara conten-mencontek, apa yang dilakukan Twitter tidak separah apa yang dilakukan Facebook. Bukan sekali dua kali Facebook ‘mengadaptasi’ fitur yang dimiliki Twitter. Bahkan, mereka berikan nama yang sama dengan fungsi yang serupa. Misalkan saja hashtag. Jadi, jika Twitter ‘mencontek’ desain Facebook, bukankah itu namanya impas?

Desain baru Twitter

Desain baru Twitter (uji coba) di sejumlah pengguna terbatas

Adaptasi Aplikasi

Bermaian Twitter paling asyik memang di perangkat bergerak. Ponsel, smartphone, tablet, atau gadget lain. Jika di PC, nampaknya kurang puas. Tidak fleksibel dan terkesan justru rumit. Sepertinya Twitter sadar benar akan hal itu. Mereka ‘menyulap’ situsnya agar membuat pengguna senyaman mungkin senyaman di perangkat bergerak.

Beberapa waktu lalu situs Twitter sejatinya sudah dirombak. Twitter juga telah melepas desain terbarunya itu secara global. Situs mereka kini lebih seperti aplikasi di smartphone. Tampilannya disesuaikan dengan apa yang biasanya pengguna nikmati di mobile device.

Desain baru Twitter ke pengguna terbatas sesuai temuan Matt Petronzio, nampaknya tersemat rencana lain. Mereka tak lagi ingin mengadaptasikan tampilan aplikasi. Apakah microblogging tersebut ingin membuat interaksi lebih hidup di situsnya?

Genjot Pengguna

Belum lama ini Twitter dikabarkan tengah menyiapkan Twitter Commerce, sebuah layanan belanja online langsung via Timeline. Twitter juga dikabarkan alami kerugian di kuartal terakhir 2013. Sang nahkoda, Dick Costolo pernah berujar jika Twitter akan lebih meningkatkan layanan mereka agar jumlah pengguna terus bertambah.

Bisa jadi desain baru di atas sejenis ‘purwarupa’ layout Twitter di kedepannya. Bisa jadi pula jika layout itu akan terhubung dengan layanan lain misalkan saja Twitter Commerce. Mungkin Twitter tidak sempat berfikir untuk ‘balas dendam’ ke Facebook soal contek-mencontek fitur. Sebab, kini mereka terus fikirkan cara bagaimana menambah pundi-pundi pendapatan setelah putuskan melantai bursa November tahun lalu.

Apapun itu desainnya, Twitter harus sadar jika roh mereka selalu berpegang pada ‘keterbatasan’. Orang gemar main Twitter sebab karena semua serba terbatas. Semua jadi simple dan praktis. Jika desain baru justru menghapus keterbatasan itu, bukan tak mungkin jumlah pengguna Twitter tidak akan tergenjot, melainkan malah tersedot alias berkurang.

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments