VKontakte, Jejaring Sosial Mirip Facebook yang Bikin Amerika Resah

VKontakte sebagai situs jejaring social buatan Rusia terancam akan dituntut ke pengadilan oleh label rekaman dan film besar asal Amerika Serikat.

Jejaring dengan domain www.vk.com tersebut dituding terang-terangan membantu pencurian material berhak cipta alias melegalkan pembajakan.

Masalah muncul karena sudah beberapa tahun ini VKontakte menyediakan layanan yang memungkinkan ratusan juta penggunanya mengunggah sesuatu ke akun mereka. Dengan layanan ini, mereka yang tak memiliki akun VKontakte sekalipun bisa ikut menikmati bahkan berbagi file mulai dari mp3, film, e-book serta format digital lain secara gratis.

VKontakte, Jejaring Sosial Mirip Facebook

Menanggapi hal tersebut, situs yang juga menjadikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa offisial dan berdiri sejak 10 Oktober 2006 tersebut mengaku telah menerapkan teknologi “sidik jari” seperti YouTube.

Teknologi itu memungkinkan mereka mengetahui siapa yang telah mengunggah materi berhak cipta, sekaligus melacak siapa saja yang telah mengunduhnya.

Sementara itu, pihak Pejabat Kementerian Telekomunikasi Rusia Roskomnadzor seperti dikutip dari torrentfreak, Sabtu (28/12) meyakini, langkah tersebut telah cukup mencegah aksi pembajakan di VKontakte.

Dia juga yakin pemerintah AS akan menghapus jejaring sosial terbesar kedua di Eropa setelah Facebook itu dari daftar hitam perusahaan asing yang melegalkan pembajakan.

Akan tetapi, pihak perusahaan besar seperti Sony, Universal, EMI dan Warner tetap tak puas dan berencana membawa masalah itu ke pengadilan arbitrase di St Petersburg, selepas liburan tahun baru.

Dasarnya, VKontakte dengan sengaja menyebar materi berhak cipta ke situs download gratis lain di internet.

Namun Ketua Federasi Nasional Industri Musik dan Film AS, Leonid Agronov memastikan mereka sudah habis kesabaran menghadapi VKontakte. “Kami sudah empat tahun meminta mereka menghentikan pembajakan, tapi tak dihiraukan,” tegas Agronov.

Sebelumnya, Federasi sempat meminta VKontakte membayar royalti pada artis yang karyanya dibajak. Namun, VKontakte menolak permintaan itu dengan alasan sama sekali tak terlibat atau mendapat keuntungan dari tindakan para pemilik akun.

Sebab, VKontakte mendapat keuntungan dari iklan, bukan lantaran menerima fee dari materi legal yang disebar secara ilegal oleh pengguna.***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments