Tukang Bubur Naik Haji Tontonan Wajib di Malaysia & Singapura

Bagi Anda para pecinta sinetron tentunya sudah tidak asing lagi dengan sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH). Sinetron tersebut mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para pemirsa televisi.

Tidak hanya Indonesia, sinetron yang telah mencapai 1.000 episode ini juga merebut hati pemirsa di luar negeri.

Sementara itu, Latief Sitepu (72), aktor yang memerankan karakter Haji Muhidin di sinetron TBNH tidak menyangka penonton di Tanah Air begitu mengapresiasi sinetron yang dibintanginya tersebut.

Bahkan menurutnya, negeri tetangga pun menjadikan sinetron TBNH sebagai tontonan wajib di negara tersebut. “Saya enggak sangka begini dahsyat Allah berikan kemudahan dimana penonton juga antusias.

Malaysia dan Singapura anggap ini sebagai tontonan wajib,” ucapnya. Apa yang diraih oleh sinetron TBNH itu ternyata tidak pernah disangka-sangka oleh Latif.

“Alhamdulillah, sedikit aja enggak nyangka sampai begini dahsyat. Seluruh pemain bersyukur telah diberikan berkah sampai 1.000 episode,” katanya, saat ditemui dalam syukuran sinetron Tukang Bubur Naik Haji, di Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, pada Selasa (24/12/2013).

Tukang Bubur Naik Haji The Series merupakan sebuah sinetron produksi SinemArt yang ditayangkan di RCTI setiap hari mulai pukul 20.30 sampai dengan 22:30 WIB.

Pertama kali tayang pada hari Senin, tanggal 28 Mei 2012 dan hingga sampai saat ini masih terus berjalan. Pemainnya antara lain ialah Mat Solar, Uci Bing Slamet, Nani Wijaya, Citra kirana, Andi Arsyil Rahman, Aditya Herpavi Rachman, Latief Sitepu, dan masih banyak lagi.

Citra Kirana Tukang Bubur Naik Haji Malaysia & Singapura

Citra Kirana

Sinetron ini terus mengalami peningkatan rating meski tokoh utama sudah tidak kelihatan lagi.

Cerita keseluruhan Tukang Bubur Naik Haji seperti menonton kehidupan masyarakat sehari-hari, yang di dalamnya termasuk perilaku kita sendiri.

Kita yang seolah-olah seorang dermawan sejati, padahal sebenarnya kita sangat mengharapkan pujian orang. Sebenarnya ada kecenderungan kita ingin pamer.

Bagaimana kita selalu berpenampilan suci, padahal apa yang kita lakukan seringkali keji. Bahkan kepada orang yang pernah menolong kita sekalipun.

Kepalsuan-kepalsuan yang hanya kita sendiri yang tahu, selalu membuat kita tersenyum jengah. Kesemuanya disajikan secara manis dan lucu dalam serial ini.***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments