Hati-hati! Masyarakat di Tepian Sungai Indragiri Rawan DBD

Rengat – Masyarakat yang tinggal di sekitar tepian Sungai Indragiri, Kabupaten Indragiri Hulu diminta waspada terhadap kemungkinan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berpotensi berkembang selama musim penghujan. Pemerintah setempat telah melakukan tahapan antisipasi dengan fogging dan pembagian bubuk abate. Namun, upaya tersebut harus diselingi dengan tindakan langsung masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Demam BerdarahKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, Suhardi menyebutkan,pihaknya jauh-jauh hari telah mengedukasi masyarakat yang tinggal di tepian sungai, terutama di Kecamatan Rengat dan Seberida agar saling bersinergi meningkatkan kebersihan. Hal ini sangat penting agar penyakit yang dibawa oleh nyamui aides aegypti tersebut tidak menimbulkan korban.

“Hingga Oktober 2013 tercatat ada 45 kasus DBD. Kita memprediksi akan masih ada kasus lain yang muncul hingga pergantian tahun,” terang Suhardi.

Pengasapan atau fogging memang menjadi program antisipasi yang diprioritaskan di daerah-daerah rawan DBD. Apalagi musim penghujan diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Indragiri Hulu mencatat, pada periode 2012 lalu ditemukan 45 kasus DBD dari semua kecamatan yang ada. Dengan melihat jumlah kasus yang muncul, Inhu bisa saja menunjukkan peningkatan penderita DBD tahunan lantaran masih adanya kemungkinan penderita bertambah hingga akhir tahun.

Suhardi juga menjelaskan, dari 45 penderita yang ada satu orang di antaranya meninggal dunia. Korban meninggal adalah warga Kecamatan Seberida. ***(hrc/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments