Tahun Depan, Daya Tampung Sekolah Negeri di Pekanbaru Bertambah

Pekanbaru — Pendidikan sebagai jendela dunia. Inilah hal yang membuat kesadaran pucuk pimpinan Pekanbaru akan pentingnya pendidikan kian bertambah.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang kini dinahkodai pasangan Firdaus-Ayat sudah menyadari hal itu. Tak heran, sejak di awal kepemimpinan mereka, pendidikan selalu menjadi sektor yang diprioritaskan untuk dikembangkan.

Pembangunan pada sektor pendidikan tidak hanya berbicara tentang kualitas sumber daya manusianya. Tapi juga indikator-indikator lain yang mendukung.

Satu diantaranya yaitu masalah sarana dan prasarana pendidikan. Itulah sebabnya, selain program pengembangan sumberdaya manusia, Pemko juga menggalakkan kegiatan fisik.

Seperti pembangunan unit sekolah baru (USB), ruang kelas baru (RKB), revitalisasi sekolah dan sebagainya. Sebagai bukti, guna meningkatkan kapasitas sekolah negeri di Pekanbaru pada 2014 mendatang, Pemko melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru membangun 31 USB dengan total anggaran Rp 48.985.643.500. Dimana 10 diantaranya merupakan sekolah baru sementara 21 lagi sekolah lama yang direvitalisasi.

Menurut Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Prof Dr Zulfadil SE MBA, dari 10 sekolah baru itu, empat diantaranya adalah SD. Dari empat SD baru itu, memiliki total 32 ruang kelas.

Jika dirata-ratakan satu kelas diisi oleh 40 siswa, maka kedepan ada sekitar 1.280 anak yang tertampung. Selanjutnya, ada pula empat SMP serta SMA dan SMK masing-masing satu dengan total ruang kelas 48 unit.

Sekolah Pekanbaru

Jika dikali 40 siswa juga, maka ada 1.920 anak yang dapat tertampung. “Semuanya akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2014 mendatang,” kata dia.

Selain USB, Disdik juga telah membangun 43 RKB di 13 sekolah yang ada di Pekanbaru. Total anggarannya mencapai Rp 10.515.571.355.

Belum lagi pembangunan laboratorium di lima sekolah, pembangunan ruang ibadah (4 sekolah), pembangunan taman, lapangan upacara dan fasilitas parkir (80 sekolah) serta pembangunan sarana air bersih dan sanitary (27 sekolah).

Ada pula pengadaan buku-buku dan alat tulis siswa di semua sekolah, pengadaan meubeler sekolah (167 sekolah), rehabilitasi sedang/berat ruang kelas sekolah (63 sekolah), pembangunan kantin (2 sekolah),

pengadaan alat praktek dan peraga siswa (41 sekolah) serta pembangunan jaringan instalasi listrik dan perlengkapan (1 sekolah). Dengan berbagai program fisik ini, jumlah anggaran yang dikucurkan pemerintah mencapai Rp 175.830.958.875.***

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments