Bank Riau Kepri Dipercaya Kemenag sebagai BPS BPIH

Pekanbaru- Bank Riau Kepri kembali dipercaya Kementerian Agama RI sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH).

Demikian disampaikan Direktur Kredit dan Syariah Bank Riau Kepri, Afrial Adullah usai menutup acara sosialisasi kebijakan baru Bank Riau Kepri di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Minggu (1/12/13).

Pemberitahuan resmi ini diperoleh Bank Riau Kepri dalam sebuah acara di Kementerian Agama RI pada hari Kamis lalu yang dihadiri Menteri Agama RI, Surya Dharma Ali, Dirjen Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu, serta para Direksi bank yang terpilih sebagai BPS BPIH.

“Alhamdulillah, Bank Riau Kepri termasuk salah satu Bank yang dipercaya menjadi BPS BPIH. Kami patut berbangga, dalam beberapa kesempatan Bank Riau Kepri sangat siap secara teknologi, dan sangat tertib administrasi, serta melayani dengan sangat baik para calon jemaah haji termasuk pemberian souvenir dan pembekalan manasik haji sebelum keberangkatan JCH,” ungkap Afrail.

17 bank penerima setoran biaya penyelenggara ibadah haji, lanjut Afrail, adalah bank yang ditunjuk menteri agama setelah mendapatkan pertimbangan rekomendasi dari gubernur Bank Indonesia untuk menerima setoran awal dan pelunasan BPIH dan menyetorkan pembayaran BPIH ke rekening Menteri Agama. Bank-bank tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan sejak Juni-November 2013.

“Seleksi tersebut dilaksanakan dengan serius. Sejumlah syarat yang ditetapkan Kementerian Agama, yakni bank yang berbadan hukum PT, berbentuk Bank Syariah, berintegrasi dengan sistem layanan haji Kementerian Agama RI. Lalu, bank harus memiliki kondisi kesehatan yang baik, dan melaksanakan program penjaminan LPS atas dana setoran awal, serta dilakukan Fit And Proper Test,” tambahnya.

Masih kata Afrial, sebagaimana yang disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu, hasil seleksi tersebut hanya 6 bank umum syariah dan 11 bank umum nasional yang memiliki syariah yang dinyatakan telah memenuhi persyaratan.

Keenam bank umum tersebut, yakni Bank Mandiri Syariah, Bank Muamalat, Bank Mega Syariah, Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, dan Bank Panin Syariah. Sedangkan 11 bank umum yang memiliki layanan syariah yakni Bank Riau Kepri, Bank Aceh, Bank DKI, Bank Jateng, Bank Sumut, Bank Jatim, Bank Sumselbabel, Bank Nagari, Bank BTN, Bank Permata, dan Bank CIMB-Niaga.

Disamping itu, guna menutup wilayah layanan yang belum terakomodasi, Kemenag juga melakukan kerja sama denga tiga bank transito, yakni Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI.

“Atas keputusan tersebut, Kemenag akan mencabut izin 10 bank penerima setoran yang tidak lulus seleksi. Penetapan dan pecabutan sebagai BPS BPIH akan dimulai pada 1 Januari 2014,” ujar Afrial.

Untuk bank-bank yang mendapat kepercayaan tersebut, lanjutnya, Kemenag meminta agar bank membuat program unggulan sebagai pelengkap dari program layanan haji. Progam tersebut berbasis pemberdayaan umat dan ibadah, lewat pendidikan, pemberian fasilitas pendukung ibadah haji, dan pengembangan kewirausahaan muslim berbasis syariah.

“Insya Allah, semua program tersebut akan diakomodir dalam draf perjanjian kerja sama yang akan disepakati antara Bank Riau Kepri dan Kemenag dua minggu ke depan,” tutur Afrial.***(rtc/rls)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments