81 Kasus Demam Berdarah Muncul di Pekanbaru, Tertinggi di Tampan

Pekanbaru – Menghadapi musim penghujan, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru telah menemukan sebanyak 81 kasus demam berdarah dengue (DBD). Hingga kini kecamatan Tampan masih menjadi wilayah dengan kasus tertinggi.

Jalan-jalan utama di Kota Pekanbaru terendam banjirAngka tersebut memperlihatkan penurunan jika dibandingkan pada periode minggu kedua 2012 silam, di mana Diskes Pekanbaru mendapat laporan atas 157 kasus yang terjadi.

“Masyarakat tetap kita ajak mewaspadai serangan DBD. Bukan lantas kasus menurun hingga minggu kedua November tahun ini, DBD tak perlu diwaspadai. Apalagi sekarang memasuki musim penghujan yang juga memicu penyakit DBD. Makanya kita minta warga menjaga kebersihan lingkungan rumah dari sampah dan sarang nyamuk,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Rini hermiyati, seperti dikutip dari Halloriau.com.

Hingga saat ini, dari 81 kasus yang terjadi belum ada laporan kematian akibat DBD. Namun warga Pekanbaru tetap diminta berkonsentrasi mengantisipasi mewabahnya penyakit yang identik dengan gigitan nyamuk aedes aigypti tersebut.

Antisipasi Penyakit Pasca-banjir

Menyinggung soal bencana banjir yang kini melanda sejumlah kecamatan di Kota Bertuah, Rini berpendapat, pihaknya belum menemukan penyakit musiman di daerah-daerah yang mengalami genangan air.

“Untuk saat ini Diskes baru menemukan tiga hingga empat kasus seperti penyakit kulit dan diare. Jumlah ini masih kategori normal dan belum ada peningkatan,” lanjut dia.

Kendati demikian, Diskes Pekanbaru tetap mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjai. Pantauan di lokasi banjir secara intensif terus dilakukan melalui Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat.

Upaya antisipasi juga dilakukan dengan mempersiapkan sedikitnya 5 unit ambulance di sejumlah titik, seperti Kecamatan Payung Sekaki, Rumbai Pesisir, Rejosari dan Senapelan yang memiliki potensi penyakit musiman dan dampak banjir terbesar. ***(hrc/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments