Jefry Noer: Kampar akan Punya Sekolah Wirausaha Berkapasitas 20 Ribu Siswa

Bangkinang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, Provinsi Riau tengah mempersiapkan sebuah komplek sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang merupakan perwujudan dari konsep Sekolah Unggulan Terpadu (SUT). Uniknya, prinsip wirausaha akan diusung secara penuh, di mana siswa akan didorong menjadi wiraswasta mandiri dalam rangka memperkokoh perekonomian daerah.

Jefry Noer

Jefry Noer.| Dok. Int

Bupati Kampar H Jefry Noer menjelaskan, pihaknya kini tengah berkonsentrasi merancang desain sarana pendidikan di lahan seluas 142 hektare yang akan dibangun menjadi kompleks sekolah mulai dari level Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga universitas. Dalam kompleks tersebut, juga akan terdapat laboratorium, balai diklat, outbound, kolam pancing dan tempat ibadah. Disebutkan, target kapasitas fasilitas itu mencapai 20 ribu orang siswa.

Menariknya lagi, di lokasi yang ditetapkan juga terdapat konsep Induk Benih Bibit Unggul (IBBU), budidaya perikanan, perkebunan, peternakan dan pertanian. Menurut Jefry, di sini nantinya siswa akan ditempa secara khusus di mana praktek lapangan akan mendominasi proses belajar hingga 70%, sisanya adalah teori yang fokus terhadap bidang usaha.

“Malamnya anak-anak belajar Al-Quran. Begitulah pola yang akan kita terapkan di sana. Jadi, selain mereka piawai soal teknologi, mereka juga akan hafidz Quran. Sebab untuk SMP saja musti hafidz 17 juz dan SMA 21 juz,” papar Jefry seperti dikutip dari Antara.

Mengenai kemampuan komunikasi siswa yang merupakan tuntutan perkembangan persaingan global, Bupati Kampar tersebut yakin lulusan dari sekolah ini akan memiliki kompetensi yang memadai. Pasalnya, di sana siswa tak hanya dituntut mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, tapi juga Arab dan Mandarin.

“Kita mesti bisa mengembalikan kejayaan yang pernah ada. Jadi PTP-IBBU (Pusat Teknologi Produksi – Induk Benih Bibit Unggul) ini jangan kita bikin lokalan, tapi go international. Kompleks ini mesti terkenal hingga ke mancanegara dan menjadi objek studi banding,” lanjut dia. ***(ant/DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments