Bidik Indonesia, Produsen Gadget Perlu Perhatikan Harga dan Baterai

Pekanbaru – Melihat perkembangan pasar ponsel pintar dan gadget Indonesia beberapa waktu terakhir, produsen yang bermain di bisnis ini kiranya harus memperhatikan dua faktor utama agar dapat berjaya di Tanah Air, yaitu menekan harga dan meningkatkan daya tahan baterai. Inilah karakteristik pasar teknologi komunikasi yang terjadi di negara-negara berkembang.

Ponsel“Pasar China tumbuh karena dua faktor ini, hal yang sama juga tampak di berbagai negara berkembang seperti Indonesia,” papar Alexander Ahmad Hutapea, pengamat pasar teknologi komunikasi Indonesia saat berbincang dengan Pekanbaru.Co, Rabu (19/11/2013).

Saat ini, lanjut dia, telah bermunculan sejumlah produk yang memenuhi permintaan pasar dalam dua prasyarat di atas, seperti halnya Lenovo P780 yang telah dipasarkan di Indonesia sejak awal November lalu. “Akan ada pabrikan lain yang mengikuti langkah Lenovo. Dia bukan yang pertama, tapi penerapannya cukup baik,” lanjut Alex.

Bagaimana dengan produsen yang menyasar pasar low end?

Pasar menengah ke bawah merupakan potensi yang sangat besar di Indonesia. Sejumlah merek telah bersaing di kelas ini, seperti Samsung dengan keluarga Galaxy, Nokia, BlackBerry, hingga merek lain yang berani mematok harga sangat rendah.

“Tapi Indonesia ini unik. Mereka tetap memperhatikan merek produk, lalu menimbang harga. Jadi jika ada merek terkenal yang trusted bermain di kelompok ini, dia pemenangnya,” kata dia.

Menurut Alex, produsen belum perlu menjajal produk mereka dengan harga sangat murah dengan mengurangi fitur sana-sini. Baginya, hal ini yang justru akan menjadi boomerang bagi pasar mereka sendiri.

“Yang penting fokus dengan kebutuhan pasar. Teknologi itu berkembang sangat cepat, dan arus informasi di Indonesia mendukung pengetahuan masyarakat akan perangkat baru yang lebih baik. Jadi semuanya harus balance,” lanjut dia. ***(DP)

Click Here to Leave a Comment Below 0 comments